-->
  • Jelajahi

    Copyright © trilokanews
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan Atas 2

     


    Iklan Atas 1

    Ketua FWJI Siap Maju Calon Dirut PDAM, Tegaskan Tanpa Mahar dan Siap Hadapi Hujatan

    trilokanews
    Selasa, April 28, 2026, 09.29 WIB Last Updated 2026-04-28T02:40:03Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini



    trilokanews.com - Kabupaten Bekasi - Ketua Forum Wartawan Jaya Indonesia (FWJI) Korwil Kabupaten Bekasi, Mariam, menyatakan kesiapannya untuk mencalonkan diri sebagai Direktur Utama PDAM Bhagasasi apabila terjadi kekosongan jabatan direksi ke depan.


    Pernyataan tersebut disampaikan sebagai bentuk keberanian sekaligus komitmen untuk ikut berpartisipasi dalam proses seleksi pimpinan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), khususnya di sektor pelayanan air bersih. Namun demikian, Mariam menegaskan bahwa dirinya hanya akan maju jika proses seleksi dilakukan secara terbuka, transparan, dan bebas dari praktik pungutan liar maupun gratifikasi.


    “Kalau memang ada kesempatan dan tidak ada mahar, tidak ada uang pelicin, serta prosesnya fair dan transparan, saya siap mencalonkan diri,” ujar Mariam.


    Ia merujuk pada ketentuan dalam Permendagri Nomor 23 Tahun 2024 serta PP Nomor 54 Tahun 2019, yang mengatur bahwa pengisian jabatan direksi PDAM harus melalui mekanisme seleksi terbuka dan uji kelayakan tanpa biaya.


    Mariam juga menyampaikan bahwa niatnya untuk maju bukan semata-mata ambisi pribadi, melainkan sebagai bentuk keberanian untuk mencoba dan memberi contoh bahwa siapa pun memiliki hak yang sama untuk berkompetisi, termasuk dari kalangan sederhana.


    “Saya ini orang biasa, tidak punya harta, tidak punya jabatan. Tapi saya ingin membuktikan bahwa sebagai putri daerah Betawi, tidak ada salahnya mencoba maju. Dapat atau tidak, itu urusan nanti,” ungkapnya.


    Ia menyadari langkah yang diambilnya berpotensi menuai pro dan kontra di tengah masyarakat. Bahkan, dirinya telah siap menghadapi berbagai komentar negatif hingga hujatan.


    “Pasti ada yang meragukan, bahkan mungkin menertawakan. Tapi saya ikhlas. Orang kecil juga punya hak untuk maju. Kalau nanti harus sakit hati karena hujatan, saya sudah siap,” tambahnya.


    Lebih lanjut, Mariam memandang jabatan sebagai amanah yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab, bukan sekadar posisi atau kekuasaan.


    “Jabatan itu titipan dari Allah. Kalau memang belum jadi hak kita, dikejar juga tidak akan dapat. Tapi kalau memang sudah ditakdirkan, pasti akan datang dengan sendirinya. Tugas kita adalah menjaga amanah itu sebaik mungkin,” tuturnya.


    Pernyataan ini pun menjadi sorotan sebagai bentuk dorongan terhadap pentingnya keterbukaan dalam rekrutmen pejabat publik, sekaligus membuka ruang bagi partisipasi masyarakat luas tanpa harus dibatasi oleh latar belakang ekonomi maupun kekuasaan.(Catur Sujatmiko)


    Komentar

    Tampilkan

    Terkini