trilokanews.com - Situbondo - Satpolairud Polres Situbondo bergerak cepat menindaklanjuti laporan tenggelamnya kapal slerek nelayan Mustika di perairan Desa Agel, Kecamatan Jangkar, Sabtu (23/5/2026) dini hari. Dalam peristiwa tersebut, seluruh 13 anak buah kapal (ABK) berhasil selamat setelah dievakuasi nelayan setempat.
Kapolres Situbondo AKBP Bayu Anuwar Sidiqie, S.H., S.I.K., M.Sc., melalui Kasat Polairud AKP Gede Sukarmadiyasa, S.H., M.H., mengatakan pihaknya menerima informasi kejadian tersebut pada Sabtu pagi sekitar pukul 08.00 WIB dan langsung menuju lokasi guna melakukan pengecekan serta pendalaman informasi.
“Begitu menerima laporan, anggota Satpolairud langsung bergerak ke lokasi untuk memastikan kondisi kapal dan keselamatan seluruh awak,” ujarnya.
Kapal slerek Mustika milik Moh Soleh (47), warga Dusun Mimbo, Desa Sumberanyar, Kecamatan Banyuputih, diketahui berangkat melaut pada Jumat (22/5/2026) pukul 15.00 WIB dari Pantai Mimbo menuju perairan Jangkar untuk mencari ikan.
Sekitar pukul 17.00 WIB, kapal menurunkan jangkar sambil menunggu waktu penangkapan. Namun pada Sabtu dini hari sekitar pukul 01.00 WIB, kapal mendadak miring ke kiri setelah air laut masuk melalui bagian buritan dan memenuhi lambung kapal. Seluruh ABK berupaya menguras air yang masuk, namun upaya tersebut tidak berhasil hingga kapal akhirnya tenggelam.
“Para ABK sempat bertahan di tengah laut sekitar dua jam dengan memanfaatkan benda-benda terapung sambil menunggu bantuan,” jelas AKP Gede.
Salah satu awak kapal, Solihin, yang masih membawa telepon genggam berhasil menghubungi keluarganya untuk meminta pertolongan. Informasi itu kemudian diteruskan kepada nelayan lain di sekitar lokasi.
Sekitar pukul 03.30 WIB, kapal milik nelayan Mimbo bernama Tohar tiba di lokasi dan langsung melakukan evakuasi terhadap seluruh awak kapal. Semua korban berhasil dibawa kembali ke pesisir Pondok Mimbo dalam kondisi selamat.
“Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, dugaan sementara kapal tenggelam akibat kebocoran pada bagian lambung. Saat ini titik tenggelamnya kapal telah diberi tanda pelampung oleh pemilik untuk memudahkan proses pengangkatan kapal,” kata AKP Gede.
Satpolairud Polres Situbondo juga mengimbau para nelayan agar lebih mengutamakan keselamatan saat melaut.
“Kami mengingatkan seluruh nelayan agar selalu membawa alat keselamatan, memeriksa mesin, kondisi lambung, serta seluruh fasilitas kapal sebelum berangkat melaut,” tegas AKP Gede Sukarmadiyasa.
Polres Situbondo juga mengimbau masyarakat pesisir untuk segera melaporkan apabila terjadi keadaan darurat di laut maupun gangguan kamtibmas melalui Call Center 110 agar dapat segera ditindaklanjuti petugas.(Baim)




