Trilokanews - Musi Rawas Utara, Pernyataan Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru terkait dugaan penyebab kecelakaan maut Bus ALS di Jalinsum Kabupaten Muratara menuai perhatian dan reaksi publik.
Dalam keterangannya, Herman Deru menyebut lubang di jalan yang diduga dihindari sopir bus hingga menyebabkan tabrakan maut dengan truk tangki BBM itu “tidak sampai 2 centimeter”. Pernyataan tersebut langsung menjadi sorotan karena dinilai terkesan lepas tanggung jawab di tengah duka mendalam atas tragedi yang menewaskan 17 orang.
Kecelakaan tragis antara Bus ALS dan truk tangki BBM itu terjadi pada Rabu, 6 Mei 2026 di wilayah Karang Jaya, Kabupaten Muratara. Dugaan sementara, kendaraan oleng saat mencoba menghindari jalan berlubang di Jalinsum.
Usai meresmikan Jembatan Temelat di Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Musi Rawas, Jumat (8/5/2026), Herman Deru mengatakan pihak Dirlantas Polda Sumsel telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
“Saya dengar dari Dirlantas mereka sedang cek. Kalau dikatakan menghindari lubang, sudah diukurnya hanya 2 centimeter,” ujar Herman Deru.
Pernyataan itu pun memicu beragam komentar warga di media sosial. Banyak yang mempertanyakan kondisi sebenarnya jalan lintas Sumatera di wilayah Muratara yang selama ini dikeluhkan pengguna jalan karena dinilai rawan dan kerap mengalami kerusakan.
Warga menilai, sekecil apa pun kerusakan jalan tetap berpotensi membahayakan pengendara, terlebih di jalur padat kendaraan besar seperti Jalinsum.
Sementara itu, pihak kepolisian masih terus mendalami penyebab pasti kecelakaan maut tersebut, termasuk faktor kondisi jalan, kecepatan kendaraan, hingga kemungkinan human error.
Keterangan foto: Petugas Dirlantas Polda Sumsel melakukan olah TKP di lokasi kecelakaan maut Bus ALS dan truk tangki BBM di Muratara. (A_01).




