Trilokanews - Sumatera Selatan_KPK RI, Kasus dugaan penyalahgunaan dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kembali menjadi sorotan panas publik sepanjang 2025-2026. Penyidikan yang terus dikembangkan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi membuat perhatian masyarakat kini tertuju pada sejumlah pihak yang diduga terkait dalam aliran dana tersebut.
Nama anggota DPR RI asal Sumatera Selatan, Fauzi Amro, ikut terseret dalam pusaran kasus setelah dipanggil KPK untuk dimintai keterangan terkait dugaan penyalahgunaan dana CSR BI-OJK periode 2022-2023.
Sorotan publik semakin tajam setelah muncul dugaan adanya aliran dana CSR ke yayasan yang disebut terafiliasi dengan Fauzi Amro, yakni Yayasan Safa Kita Indonesia. Dugaan tersebut memicu gelombang pertanyaan dari masyarakat mengenai transparansi penggunaan dana CSR yang seharusnya diperuntukkan bagi kepentingan sosial dan masyarakat luas.
Meski demikian, pihak pendukung Fauzi Amro melalui KARB membantah keras tuduhan tersebut. Mereka menegaskan dana CSR telah digunakan sesuai aturan dan disalurkan melalui berbagai program kemasyarakatan. Pihaknya juga menyebut tudingan yang berkembang tidak berdasar dan dinilai sarat muatan politis.
Di tengah memanasnya kasus ini, publik juga sempat mengaitkan nama Herman Deru. Namun hingga kini, belum ditemukan informasi kredibel maupun pernyataan resmi yang menunjukkan keterlibatan langsung Herman Deru dalam dugaan penyalahgunaan dana CSR BI-OJK yang sedang diusut KPK.
Adapun informasi yang beredar terkait Herman Deru lebih banyak berkaitan dengan pembahasan dana APBD-P 2023 sebesar Rp. 15 miliar, bukan dalam konteks kasus CSR BI-OJK yang kini menjadi perhatian nasional.
KPK sendiri menegaskan proses hukum akan berjalan transparan dan profesional tanpa tebang pilih. Penyidik terus mendalami kemungkinan adanya kongkalikong maupun penyimpangan dalam penyaluran dana CSR yang nilainya disebut fantastis.
Kini masyarakat menanti langkah tegas aparat penegak hukum untuk membuka secara terang siapa saja pihak yang benar-benar terlibat dalam dugaan skandal dana CSR tersebut. Kasus ini pun diprediksi bakal terus menjadi isu panas yang menyita perhatian publik Sumatera Selatan hingga tingkat nasional. (A_01).




