-->
  • Jelajahi

    Copyright © trilokanews
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan Atas 2

    Iklan Atas 1

    Polemik Gapura Roboh Di Sengol Mobil Kerupuk Diambil Alih Pemkot, Ini Menjadi Evaluasi Ke Depannya

    trilokanews
    Jumat, Januari 16, 2026, 21.58 WIB Last Updated 2026-01-16T14:58:26Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

     




    Trilokanews - Kota Lubuk Linggau, Polemik robohnya gapura kenanga 2, kecamatan lubuk Linggau Utara II, Kota Lubuklinggau, akhirnya menemui titik terang. Pemkot mengambil alih tanggung jawab perbaikan gapura yang tersenggol mobil pengangkut kerupuk milik Meo Tri Susanto. 


    Istri sopir mobil kerupuk yang menyengol Gapura Kenanga 2, saat konferensi pers memohon maaf atas kelalaian suami saya dalam berkendara yang melintasi jalan kenanga 2, Lubuk Linggau Utara II, Kota Lubuk Linggau. Jumat, 16 Januari 2026.


    Disini saya mengapresiasi kepada Pemerintah Kota Lubuk Linggau, dalam hal ini Bapak Walikota Lubuk Linggau, dan khususnya lkepada Anggota DPRD Komisi III, Bapak Wanasari dan PLT Kadis PU Tata Kota Ahmad Asril.


    " Mungkin saya tidak bisa menyebut satu persatu yang telah banyak membantu dalam hal ini. Dan terkhusus dengan bapak Kades, saya didampingi terus dalam masalah ini. Dan juga terimakasih juga kepada rekan-rekan pemuda dan pemudi yang berkontribusi membantu dalam mengatasi masalah ini. Intinya masalah ini telah selesai, karena semua permasalahan terkait gapura yang roboh ini telah diambil alih oleh Pemkot Lubuk Linggau. 


    Abdul Aziz selaku advokat menyampaikan terkait masalah robohnya Gapura Kenanga 2 ini, sudah terang benderang disampaikan oleh istri supir atas kelalaian dalam berkendara. Ini bukan niatan atau unsur kesengajaan. Sebenarnya masalah ini hanya terjadi mis komunikasi yang belum tersalurkan dengan baik antara supir dan pihak Pemkot. 


    Lanjutnya, pertemuan ini atas inisiatif dari pak dewan Wanasari Komisi III DPRD Kota Lubuk Linggau, dan juga  yang mewakili Pemkot Lubuk Linggau PLT Kadis PU Tata Kota. Bagaimana metode penyelesaian pada hari ini, yang besar harapan kita dari awal, bahwa terhadap kelalaian itu menjadi tanggung jawab supir, dalam kontek ya kita semua dalam berkendara melintasi jalan umum tetap hati hati dan taat terhadap aturan. 


    " Dan terhadap kerusakan ini, Walikota dan Walil Walikota dan unsur instansi Pemkot Lubuk Linggau, Dewan, disini tidak ada konteks salah dan benar lagi. Semua kerusakan gapura tersebut sudah diambil alih oleh Pemkot Lubuk Linggau. Maka dengan permasalahan ini sudah clear, kita mewakili dari pihak Supir dan adek yang sudah melakukan penggalangan dana, mengucapkan permohonan maaf atas kebisingan dalam masalah ini. Mungkin telah banyak terjadi pengiringan opini yang berkembang berdampak tidak baik, " katanya


    Ya, ini terjadi akibat merespon dinamika yang berkembang begitu cepat, atas solidaritas semua masyarakat pemuda dan netizen. Alhamdulillah direspon baik, ager tidak menjadi berkepanjangan. Dan ini disambut baik  oleh pihak eksekutif dan legislatif, sekaligus utuh dari pemerintahan kota lubuk Linggau, untuk mengakhiri polemik ini tanpa mengesampingkan dari tanggungjawab Pemkot dalam membangun kota Lubuklinggau, tutupnya.


    Wali Kota H.Racmat Hidayat melalui PLT Kepala Dinas PUPR Ahmad Asril mengatakan apresiasi kepada pak dewan dan advokat, Kades, sopir mobil dan teman semua, Ini menjadi pembelajaran kita semua dan juga evaluasi bagi kami pemerintah untuk kedepan lebih baik lagi. Ini semua kebijakan dari Pemkot dalam hal ini walikota, selesaikan masalah ini secara baik dan kemanusiaan. Intinya semuanya sudah menjadi tanggung jawab Pemkot, dalam hal Dinas PU Tata Kota.


    " Pihak pemerintah Kota Lubuklinggau siap bertanggung jawab dan akan melakukan evaluasi teknis terhadap pembangunan gapura tersebut. Kami akan melakukan evaluasi dari sisi perencanaan, konstruksi, hingga pengawasan. Jika ditemukan kekurangan, akan menjadi bahan perbaikan ke depan agar kejadian serupa tidak terulang, " tutupnya.


    Komisi III DPRD Kota Lubuklinggau menilai langkah pemerintah sudah tepat, namun menegaskan bahwa persoalan ini tidak boleh berhenti pada penyelesaian kasus semata. Pasalnya, gapura tersebut diketahui baru selesai dibangun sekitar tiga minggu sebelum kejadian. Sehingga memunculkan pertanyaan serius terkait kualitas konstruksi dan pengawasan pembangunan. (01_Amri&Guntur).




    Komentar

    Tampilkan

    Terkini