-->
  • Jelajahi

    Copyright © trilokanews
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan Atas 2

    Iklan Atas 1

    Wakil Ketua DPRD Sumbar Evi Yandri Bersama YPJI Jemput ODGJ Untuk Diobati

    trilokanews
    Kamis, Februari 05, 2026, 20.08 WIB Last Updated 2026-02-05T13:08:27Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

     



    Trilokanews.com - Padang - Wakil Ketua DPRD Sumbar, Evi Yandri Rajo Budiman dan Yayasan Pelita Jiwa Insani (YPJI) kembali menjemput orang dalam gangguan jiwa (ODGJ) untuk dirawat dan diobati, Pada Rabu (04/02/2026).


    Kali ini ODGJ yang dijemput masih anak-anak berusia 12 tahun bernama Faliq. Ia masih duduk di sekolah dasar (SD) kelas lima.


    Mengingat umur Faliq yang masih sangat muda, Evi Yandri mengatakan, pendidikan Faliq juga mesti dicarikan solusi. Untuk itu YPJI akan mengkoordinasikan pada pihak sekolah bagaimana agar Faliq tetap bisa mendapatkan pendidikan.


    "Kita berharap Faliq nantinya bisa untuk tetap lanjut sekolah. Umurnya masih muda, masa depannya masih panjang, nanti selama dirawat dan diobati YPJI juga akan dicarikan solusi dan dikoordinasikan bagaimana kelanjutan sekolah Faliq,"kata Evi.


    Saat Evi Yandri dan YPJI menjemput Faliq di rumah orangtuanya di Pasar Lalang, Kuranj,  Faliq dalam keadaan dirantai.


    Orangtua Faliq bercerita Faliq terpaksa dirantai karena perilakunya sudah sangat  mengganggu warga sekitar. Ia kerap mencuri barang-barang dan menjualnya. Semakin lama kondisi itu terlihat semakin menggangu.


    Keadaan Faliq yang sudah dirantai itu kemudian diketahui lurah yang kemudian melaporkan pada tim Evi Yandri dan YPJI. Untuk itulah kemudian Faliq dijemput.


    Evi Yandri mengatakan keadaan ganggu jiwa atau psikologi Faliq muncul pasca sering menghirup lem.


    "Efek sering menghirup atau menghisap lem ini sama dengan mengonsumsi narkoba. Dampaknya adalah bisa merusak psikologi, mental dan mengakibatkan gangguan jiwa,"ujar Evi.


    Ia prihatin dengan kondisi yang dialami Faliq, apalagi mengingat usianya yang masih sangat muda dan tergolong anak-anak.


    "Faliq tidak semestinya dirantai, ia harus dirangkul, dirawat dan diobati. Untuk itulah kami datang menjemput Faliq. Semoga nanti setelah diobati dan dirawat di YPJI, Faliq bisa sembuh,"kata Evi lagi.


    Ia mengatakan belajar dari kondisi Faliq, para orangtua dan para guru mesti meningkatkan kewaspadaan. Semua pihak mesti memahami bahwa efek merusak seperti dampak dari penyalahgunaan narkoba bisa didapat dari benda keseharian.


    "Menghisap lem, mengonsumsi obat batuk dan obat pereda nyeri dalam jumlah banyak itu efeknya sama dengan mengonsumsi narkoba. Ini sangat merusak mental dan kejiwaan. Mari kita awasi bersama anak-anak dan orang-orangnya sekitar kita,"katanya lagi.


    Ketua YPJI,  Syafrizal mengatakan kasus gangguan kejiwaan dengan kebiasaan mencuri sebelumnya sempat pula ditangani YPJI. Salah satunya pasien bernama Rival. Ia juga mencuri barang-barang keluarga dan orang sekitar, namun berbeda dengan Faliq, Rival tidak menjual hasil curiannya.


    Rival mengonsumsi narkoba. Sekarang Rival telah menunjukkan kondisi yang semakin membaik, telah lepas dari narkoba, memperlihatkan perilaku baik, tidak lagi mencuri, bahkan rajin beribadah. Diharapkan nantinya Faliq juga bisa sembuh di YPJI.


    Di YPJI yang berlokasi di Gunung Sarik Padang, berupaya optimal dalam pengobatan pasien, baik itu pecandu narkoba dan ODGJ.


    Yayasan ini juga memiliki staf yang menguasai bidang masing-masing.


    "Kami sangat yakin perawatan dan pengobatan pasien bukan hanya tentang medis tapi juga pendekatan psikologis dan spiritual,"katanya.


    Oleh karena itulah dalam keseharian pengobatan dan perawatan, pendekatan psikologis amat diterapkan di YPJI.


    Syafrizal mengatakan, pasien yang diobati di YPJI  diperlakukan dengan pendekatan holistik. Setelah mendapatkan terapi medis di rumah sakit, mereka melanjutkan rehabilitasi yang mencakup aspek spiritual, fisik, dan keterampilan.


    Para pasien diajarkan beribadah, mendapatkan makanan bergizi sesuai panduan ahli gizi, serta menjalani aktivitas harian seperti membersihkan lingkungan.


    Tak berhenti di situ, yayasan ini juga menyediakan pelatihan keterampilan seperti membuat kue, otomotif, dan barber shop untuk pasien yang sudah menunjukkan peningkatan kemandirian.

    (Maruli)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini