-->
  • Jelajahi

    Copyright © trilokanews
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan Atas 2

     


    Iklan Atas 1

     


    Diduga Pemborong Kabur, Puluhan Pekerja PT. CLMD Belum Terima Gaji

    trilokanews
    Sabtu, Maret 14, 2026, 04.31 WIB Last Updated 2026-03-13T21:31:15Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini


    Sungai Baung, Sumatera Selatan - Trilokanews, Seorang pemborong bernama Heriyanto atau yang akrab dipanggil Heri diduga kabur setelah membawa gaji puluhan pekerja di proyek penarikan kabel milik PT. Cahaya Laut Mas D Jaya (PT CLMD) yang berada di kawasan OKI Pulp dan Paper Mills, Kecamatan Air Sugihan, Desa Bukit Batu, wilayah yang dikenal dengan sebutan Sungai Baung.


    Kasus ini melibatkan sekitar 40 orang pekerja yang bekerja selama tiga minggu di bawah pemborong Heriyanto. Setiap pekerja seharusnya menerima gaji sekitar Rp. 2 juta per orang.


    " Namun hingga saat ini, sebagian besar gaji pekerja belum dibayarkan. Dari total kewajiban pembayaran. Pekerja baru menerima upah sebesar Rp. 29 juta. Bahkan ada pekerja yang hanya menerima baru sebesar Rp. 650 ribu.


    Sementara itu, sisa gaji yang belum dibayarkan diperkirakan mencapai sekitar Rp. 54 juta. Menurut keterangan salah satu rekan pekerja, Heriyanto sebelumnya sempat berjanji akan melunasi kekurangan gaji tersebut dalam waktu dekat. Dan pada hari Sabtu malam, 8 Maret 2026, Heriyanto bahkan sempat menginap di salah satu mess pekerja.


    Keesokan harinya, pada hari Minggu dini hari sekitar pukul 01.00 WIB, Heriyanto berpamitan untuk keluar dengan alasan akan dijemput temannya dan ingin meminjam uang kepada seseorang bernama Hartono di dalam area perusahaan untuk membayar sisa gaji pekerja.


    Namun setelah itu, Heriyanto tidak kembali lagi. Saat dihubungi pada Minggu pagi, nomor teleponnya sudah tidak aktif. Dan para pekerja mendapat informasi bahwa Heriyanto berada di Mess Reno. Atas info tersebut beberapa orang pekerja langsung mendatangi lokasi, namun setelah pintu mess dibuka Heriyanto tidak ditemukan di tempat tersebut.


    Selain gaji pekerja, Heriyanto juga disebut memiliki utang katering untuk makan para pekerja selama tiga minggu. Total tagihan katering yang belum dibayar diperkirakan mencapai sekitar Rp. 36 juta.


    Akibat kejadian ini, puluhan pekerja kini merasa dirugikan dan berharap, Heriyanto dapat segera ditemukan serta menyelesaikan kewajibannya.


    Kasus ini menjadi perhatian para pekerja yang berharap ada penyelesaian dan tanggung jawab dari pihak yang bersangkutan. (Guntur)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini