-->
  • Jelajahi

    Copyright © trilokanews
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan Atas 2

     


    Iklan Atas 1

     


    Pidato Kenegaraan Prabowo: Kemerdekaan Harus Dirasakan Rakyat, Bukan Sekadar Diproklamasikan

    trilokanews
    Jumat, Agustus 14, 2026, 17.32 WIB Last Updated 2026-08-14T10:32:26Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini


    JAKARTA — TrilokanewsPresiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyampaikan pidato kenegaraan dalam Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI di Gedung Nusantara MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Jumat (14/8/2026).


    Di hadapan para pimpinan lembaga negara, anggota MPR, DPR, DPD, serta tamu undangan, Presiden Prabowo memaparkan sejumlah capaian pemerintah selama 21 bulan bekerja. Namun, di balik deretan angka dan program tersebut, Presiden menegaskan satu pesan utama: kemerdekaan Indonesia harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh rakyat.


    Sejumlah capaian yang disampaikan Presiden antara lain keberhasilan mencapai swasembada delapan komoditas pangan, beroperasinya 10.000 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih, serta sebanyak 108 juta warga yang telah mengikuti program Cek Kesehatan Gratis.


    Di bidang pendidikan dan pembangunan sumber daya manusia, pemerintah telah membuka 182 Sekolah Rakyat, mengembalikan 43.000 anak jalanan ke bangku sekolah, serta memberikan kesempatan kepada 250.000 orang untuk mengikuti Magang Nasional.


    Pemerintah juga mencatat pembangunan dan perbaikan infrastruktur. Sebanyak 30.000 sekolah direnovasi84.000 rumah direnovasi melalui program bantuan pemerintah, 2.228 kilometer jalan desa dibangun, disusul 3.500 jembatan dan 3.400 titik air bor.


    Sementara di sektor kelautan, sebanyak 100 Kampung Nelayan Merah Putih telah dibangun sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.


    Presiden juga menyoroti kebijakan yang menyentuh langsung masyarakat kecil. Bunga PNM Mekaar disebut turun dari 25 persen menjadi 8 persen, sementara potongan aplikator bagi pengemudi ojek online turun dari 20 persen menjadi 8 persen.


    Di sektor pertambangan, pemerintah disebut telah menutup 1.000 tambang timah ilegal, sementara keuntungan PT Timah diklaim meningkat hingga sembilan kali lipat.


    Bukan Sekadar Angka, Tetapi Kehidupan Rakyat

    Dalam pidatonya, Prabowo tidak ingin berbagai capaian tersebut hanya dipandang sebagai angka dalam laporan pemerintah. Menurutnya, ukuran keberhasilan pembangunan yang sesungguhnya adalah ketika masyarakat merasakan perubahan dalam kehidupan sehari-hari.


    Karena itu, Presiden menghadirkan delapan tamu istimewa dalam sidang tersebut sebagai representasi masyarakat yang merasakan langsung hasil berbagai program pemerintah.


    Pesan tersebut menjadi bagian penting dari pidato kenegaraan menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.


    Presiden menegaskan bahwa kemerdekaan tidak boleh berhenti pada seremoni, pengibaran bendera, maupun pidato kenegaraan. Kemerdekaan harus diwujudkan melalui kerja nyata yang menghadirkan kesejahteraan, pendidikan, kesehatan, kesempatan kerja, pembangunan infrastruktur, serta perlindungan bagi rakyat.


    “Ini bukan alasan untuk berpuas diri. Ini rangsangan untuk kita bekerja lebih keras lagi. Karena kemerdekaan bukan hanya apa yang kita proklamasikan. Kemerdekaan adalah apa yang dirasakan rakyat.”

     

    Membangun Bukan untuk Satu Masa Jabatan

    Prabowo juga menyampaikan bahwa pembangunan Indonesia tidak boleh hanya berorientasi pada kepentingan politik jangka pendek atau dibatasi oleh satu periode pemerintahan.


    Menurutnya, setiap kebijakan dan pembangunan harus diarahkan untuk menciptakan fondasi kuat bagi generasi mendatang.


    “Kita tidak bekerja dan membangun untuk satu masa jabatan. Kita membangun untuk satu zaman. Kita membangun untuk satu abad Indonesia.”

     

    Pernyataan tersebut menjadi pesan kuat bahwa pembangunan bangsa membutuhkan kesinambungan, kerja keras, keberanian mengambil keputusan, serta komitmen seluruh elemen bangsa.


    Di tengah berbagai tantangan yang masih dihadapi masyarakat, pidato kenegaraan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa kemerdekaan memiliki makna yang jauh lebih dalam daripada sekadar bebas dari penjajahan.


    Kemerdekaan adalah ketika anak-anak dapat kembali bersekolah, keluarga memiliki rumah yang layak, petani mampu menghasilkan pangan, nelayan mendapatkan kehidupan yang lebih baik, pekerja memperoleh kesempatan, dan rakyat merasakan negara hadir di tengah kehidupan mereka.


    Kini, tantangannya bukan hanya mempertahankan capaian, tetapi memastikan seluruh program tersebut terus berjalan, tepat sasaran, transparan, dan benar-benar menghadirkan perubahan bagi rakyat dari kota hingga pelosok desa.


    Sebab pada akhirnya, sejarah tidak hanya mencatat apa yang dikatakan seorang pemimpin. Sejarah akan mencatat apa yang benar-benar dirasakan rakyat.

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini