-->
  • Jelajahi

    Copyright © trilokanews
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan Atas 2

    Iklan Atas 1

    Terus Berbenah Mesjid Agung Darusalam "' Icon Mura Mantab "' Tapi Perlu Pembenahan Tata Letak Bangunan Mengganggu Keindahan

    trilokanews
    Rabu, Februari 11, 2026, 18.18 WIB Last Updated 2026-02-11T12:22:25Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

     

    Musi Rawas - Trilokanews, Masjid Agung Darussalam Musi Rawas merupakan masjid terbesar di Kabupaten Musi Rawas yang terletak di Kompleks Perkantoran Pemerintah Daerah Kabupaten Musi Rawas, tepatnya di Desa Muara Beliti Baru, Kecamatan Muara Beliti, Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan. Masjid Agung Darussalam dibangun pada tahun 2009, dengan luas lahan 5000 m2, dan memiliki luas bangunan sekitar 100 m2 x 100 m2 persegi, menampung 5000 jamaah. 


    Selain tempat ibadah mesjid juga bisa dijadikan destinasi wisata religi bagi wisatawan yang hendak berkunjung ke Mesjid Agung Darusalam yang berada diwilayah Kabupaten Musi Rawas. Adapun Fasilitas yang telah tersedia cukup memadai seperti area parkir yang mampu menampung beberapa Bus besar, mini Bus, dan juga disediakan kamar mandi masjid yang bisa digunakan oleh wisatawan secara gratis beristirahat, sambil menikmati pemandangan sekitar berdekatan dengan pusat perkantoran dan kepolisian dipersimpang empat.


    Pemerintah Kabupaten Musi Rawas tampaknya ingin memanfaatkan potensi ini, dengan menjadikan Masjid Agung Darussalam sebagai Icon Kabupaten Musi Rawas. Ini bisa menjadi langkah strategis untuk meningkatkan pariwisata dan ekonomi lokal. Untuk menjadikan masjid agung Darussalam Muara Beliti menjadi icon Kabupaten Musi Rawas, melalui Dinas PU CKTRP Pemerintah Kabupaten Musi Rawas terus mempercantik masjid tersebut.


    Kepala Dinas PU CK -TRP Kabupaten Musi Rawas, H. Oktaviano saat berbincang santai diruang kerjanya pada hari ini, Rabu, 11 Februari 2026 bersama Redaktur Trilokanews  Awi, mengungkapkan kita terus berupaya melakukan perbaikan  untuk menjadikan Masjid Agung Darussalam sebagai Icon bagi Kabupaten Musi Rawas.


    Memang masih banyak PR untuk menjadikan mesjid Agung Darusalam ini sebagai Icon, Alhamdulillah mulai dari penataan pencahayaan, ornamen, saund sistem dalam dan luar masjid serta bagian kubah masjid terus diperbagus.  Jika dipandang saat malam hari sangat terasa bedanya, ditambah lagi warna tembaga yang mewarnai masjid baik bagian dalam dan luar, ungkap Okta


    Akan tetapi saat Tim Trilokanews meninjau lokasi dilapangan benar kondisi mesjid terus dilakukan pembenahan. Namun sangat disayangkan penempatan res area  +  Katin dan Gedung Pendidikan mesjidkan suasana keindahan dari jarak pandang menjadi tidak enak dan tepat, karena mengganggu keindahan mesjid. Kenapa Pemerintah Kabupaten Musi Rawas tidak memanfaatkan lahan yang ada disamping dan belakang mesjid agung Darussalam sebagai kawasan khusus res area dan dijadikan kawasan tersebut menjadi destinasi wisata religi dan UMKM, melihat posisi strategis dekat dengan keindahan alam sungai Kelingi, ungkap Awi.

    Lanjutnya, dengan Pemkab Musi Rawas memanfaatkan lahan tersebut menjadikan kawasan sekitar Mesjid Agung Darusalam menjadi tambah indah dan menarik berpadunya dengan panoramik keindahan dari penyatuan Taman Beregam. Selain menambah keindahan dan kemegahan dari Mesjid Agung Darusalam, juga bisa menjadikan kawasan area menjadi titik vital PAD. Dengan penyatuan tersebut menjadi keunikan tersendiri dan menambah kesan akustik bagi keindahan mesjid.


    Adapun Pemkab Mura harus melakukan pembenahan tata ruang dan letak yaitu :

    1. Penempatan res area sebaiknya disamping dan belakang mesjid,
    2. Pembangunan retail dan toko minimalis berpadu modern, 
    3. Gapura khusus pintu ciri khas khusus mesjid agung, dipadu dengan pagar minimalis melingkari mesjid,
    4. Pintu gerbang khusus res area destinasi wisata religi, 
    5. Pendestrian sepanjang koridor diarea mesjid dengan penempatan bentuk seragam dengan Taman Beregam, dan
    6. Lebih diperbanyak kawasan depan mesjid ditambahkan view free tempat berfoto Selfi serta ada gedung religi tempat sejarah Musi Rawas


    Ada beberapa daerah di Indonesia memaksimalkan lahan samping dan belakang masjid sebagai destinasi wisata religi terintegrasi kuliner, seperti di area Masjid Tiban Turen (Malang), Masjid Agung Demak, dan kawasan Masjid Raya Sultan Mahmud Riayat Syah (Batam). Pemanfaatan ini bertujuan menggerakkan ekonomi lokal melalui UMKM dan pusat kegiatan sosial. Dengan konsep perencanaan dan analisis matang, maka pengembangan dan pemanfaatan lahan yang ada ini sejalan dengan konsep memaksimalkan masjid sebagai pusat peradaban dan kegiatan ekonomi masyarakat. (4w1_01).

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini