KABUPATEN BEKASI, TRILOKA NEWS – Dugaan pencemaran limbah kembali mencoreng Kabupaten Bekasi. Ribuan ikan mati massal mengambang di aliran Kali Sadang, tepatnya di Desa Wanajaya dan Kelurahan Wanasari, Kecamatan Cibitung, Senin 5 Mei 2026.
Fenomena mengerikan itu terpantau sejak pagi hingga malam hari. Air sungai berubah warna menjadi merah pekat dan mengeluarkan aroma menyengat yang meresahkan warga sekitar.
Air Merah, Bau Menyengat, Ikan Mati. Ketua RW 011 Sapan Desa Wanajaya saat ditemui di lokasi membenarkan kejadian tersebut.
"Ikan-ikan di Kali Sadang mati sejak pagi sampai malam. Pagi tadi airnya warnanya merah dan baunya sangat menyengat. Entah penyebabnya apa, tapi jelas ini nggak wajar," ujarnya.
Perubahan warna air dan kematian biota massal menjadi indikator kuat adanya zat berbahaya yang dibuang ke sungai. Kondisi ini memicu kepanikan warga yang selama ini menggantungkan hidup dari Kali Sadang.
FWJI Mariam Ini Kejahatan Lingkungan, Gakkum & DLH Turun Sekarang!
Ketua Korwil Forum Wartawan Jaya Indonesia (FWJI) Kabupaten Bekasi, Mariam , mengecam keras kejadian ini. Ia mendesak aparat penegak hukum dan dinas terkait segera turun tangan.
"Diduga kuat air Kali Sadang tercemar limbah industri. Buktinya nyata: ikan mati mengambang semua. Ini harus jadi perhatian serius pemerintah dan aparat penegak hukum lingkungan," tegas Mariam.
Menurut Mariam, pembiaran akan membuat kerusakan ekosistem semakin parah.
"Ekosistem Sungai Sadang bisa habis dan rusak total kalau dibiarkan seperti ini. Seharusnya Gakkum KLHK Wilayah Jawa Bagian Barat dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi segera ke lokasi, ambil sampel air, dan investigasi pabrik-pabrik di hulu. Siapa pelaku pembuang limbah sembarangan harus diusut tuntas dan diseret ke meja hijau," tandasnya.
Ia menegaskan ini bukan kejadian pertama di Kali Sadang. Sanksi tegas berupa pidana dan denda maksimal sesuai UU No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup Pasal 98 harus ditegakkan untuk efek jera.
Peristiwa ini menambah daftar panjang pencemaran di Kabupaten Bekasi. Warga berharap ada langkah cepat, transparan, dan pelaku diberikan hukuman setimpal agar tidak ada lagi korban.
Iwan
-




