-->
  • Jelajahi

    Copyright © trilokanews
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan Atas 2

     


    Iklan Atas 1

    Siswa SMPN 3 Cibitung "Mengemis" Kursi ke Gubernur dan Bupati, Toilet Mati Bikin Pelajar Terpaksa Buang Air ke Masjid

    trilokanews
    Kamis, Juni 11, 2026, 08.39 WIB Last Updated 2026-06-11T01:39:01Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

    trilokanews.com - Kabupaten Bekasi - Potret dunia pendidikan di Kabupaten Bekasi kembali menuai sorotan. Kondisi memprihatinkan yang dialami para siswa SMP Negeri 3 Cibitung menjadi tamparan keras bagi pemerintah daerah. Di tengah gencarnya program pembangunan dan peningkatan kualitas pendidikan, para pelajar di sekolah negeri ini justru harus belajar dengan fasilitas yang jauh dari kata layak.

    Bangunan yang mulai rusak, pagar sekolah yang hilang, toilet tidak berfungsi akibat air mati, hingga kursi dan meja belajar yang keropos menjadi pemandangan sehari-hari yang harus dihadapi para siswa.

    Ironisnya, demi mendapatkan fasilitas yang layak, para pelajar bahkan rela menyampaikan permohonan langsung kepada Gubernur Jawa Barat KDM dan Bupati Bekasi agar sekolah mereka diperhatikan.

    Salah satu pengakuan siswa yang terdengar polos namun menyayat hati menjadi gambaran nyata kondisi tersebut.

    "Pak, kalau mau buang air harus ke masjid di sekolah, Soalnya toilet sekolah airnya mati," ucap seorang siswa saat menyampaikan harapannya.

    Pantauan awak media di lokasi pada Rabu (10/6/2026), sejumlah ruang kelas terlihat memprihatinkan. Banyak kursi siswa mengalami kerusakan pada bagian sandaran dan dudukan. Sebagian meja belajar sudah rapuh dengan cat mengelupas dan lapisan tripleks yang terlepas.

    Tak hanya itu, pagar sekolah yang seharusnya menjadi bagian penting dari keamanan lingkungan pendidikan juga terlihat rusak. Beberapa bagian pagar besi bahkan sudah hilang sehingga meninggalkan kesan sekolah yang kurang terawat.

    Di balik kondisi tersebut, para siswa ternyata tidak menuntut fasilitas mewah. Mereka hanya berharap bisa belajar dengan nyaman dan aman.

    "Kami nggak minta AC. Kami cuma minta kursi yang nggak bikin jatuh, sama toilet yang airnya nyala. Masa belajar sambil duduk di kursi rusak?" ujar salah satu siswa dengan nada penuh harap.

    Kondisi SMPN 3 Cibitung turut mendapat perhatian serius dari Forum Wartawan Jaya Indonesia (FWJI) Korwil Kabupaten Bekasi Siti Mariam 

    Ketua FWJI Kabupaten Bekasi menilai persoalan yang terjadi bukan sekadar kerusakan fasilitas sekolah, melainkan menyangkut hak dasar dan martabat anak-anak yang sedang menempuh pendidikan.

    "Kami FWJI Kabupaten Bekasi sangat prihatin. Anak-anak bangsa seharusnya mendapatkan fasilitas pendidikan yang layak. Namun yang terlihat justru pagar sekolah hilang, toilet mati, serta kursi dan meja yang sudah tidak layak digunakan. Ini bukan sekadar soal kursi rusak, tetapi soal kepedulian terhadap masa depan generasi penerus bangsa," tegasnya.

    Menurut Mariam Ketua FWJI Korwil Kabupaten Bekasi, kondisi tersebut seharusnya menjadi perhatian serius pemerintah daerah maupun Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi agar tidak terus berlarut-larut.

    Menanti Respons Pemerintah

    Hingga berita ini diturunkan, pihak SMP Negeri 3 Cibitung maupun Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi belum memberikan keterangan resmi terkait kondisi fasilitas sekolah. 

    Reporter: Catur Sujatmiko 
    Editor: Redaksi

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini