trilokanews.com - Kabupaten Bekasi - Setelah kisah memilukan pasangan lansia Naman (65) dan istrinya Mini (59) viral di berbagai pemberitaan media online, Pemerintah Kabupaten Bekasi melalui Dinas Sosial akhirnya turun langsung memberikan bantuan kepada keluarga tersebut di Kampung Wates, RT 001 RW 009, Desa Sarimukti, Kecamatan Cibitung.
Bantuan yang disalurkan berupa paket sembako, kasur, serta kebutuhan dasar lainnya sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap kondisi pasangan lansia yang selama ini hidup di rumah yang nyaris roboh.
Perwakilan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bekasi, Setri Agus, mengatakan bahwa kehadiran pihaknya merupakan tindak lanjut atas kondisi yang dialami Naman dan Mini yang menjadi perhatian publik.
"Kedatangan kami ke sini untuk memberikan bantuan. Mudah-mudahan bantuan ini bisa bermanfaat dan membantu meringankan beban Bapak Naman dan Ibu Mini," ujar Setri Agus saat menyerahkan bantuan.
Tak hanya bantuan kebutuhan pokok, Dinas Sosial juga memastikan akan menindaklanjuti pengajuan bantuan lain yang dibutuhkan keluarga tersebut.
"Yang diajukan untuk rumah Mak Enah (66) maupun anak penyandang disabilitas meminta kursi roda, insyaallah akan kami tindak lanjuti pada hari Kamis," ungkapnya.
Kehadiran Dinas Sosial disambut haru oleh Naman dan tetangga terdekat. Dengan mata berkaca-kaca, pria 65 tahun itu menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah peduli terhadap nasib keluarganya.
"Saya mengucapkan terima kasih banyak atas bantuannya dari Dinas Sosial Kabupaten Bekasi dan semua yang telah membantu saya. Saya doakan semoga semuanya diberi kesehatan dan panjang umur," ucap Naman sambil meneteskan air mata.
Sebelumnya, kondisi rumah yang ditempati pasangan lansia tersebut menjadi sorotan publik setelah diberitakan dalam kondisi sangat memprihatinkan. Bangunan yang terbuat dari bilik bambu itu nyaris roboh dan dinilai sudah tidak layak huni. Keterbatasan ekonomi membuat pasangan tersebut tidak mampu memperbaiki rumah mereka.
Viralnya pemberitaan menjadi pemicu cepatnya respons berbagai pihak, termasuk Pemerintah Kabupaten Bekasi. Langkah ini diharapkan menjadi awal dari penanganan yang lebih menyeluruh, bukan hanya bantuan sementara, tetapi juga perbaikan rumah serta pendampingan bagi keluarga, termasuk anak penyandang disabilitas yang juga membutuhkan perhatian.
Ketua Forum Wartawan Jaya Indonesia Korwil Kabupaten Bekasi Mariam berharap bantuan tidak berhenti pada penyerahan sembako semata. Perbaikan rumah layak huni dan jaminan kesejahteraan bagi keluarga Naman dan Mak Enah menjadi solusi yang dinilai lebih tepat agar mereka dapat menjalani hidup dengan aman dan bermartabat," ungkapnya
Reporter Catur Sujatmiko




