masukkan script iklan disini
trilokanews.com - Kabupaten Bekasi - Pesta demokrasi tingkat desa di Kabupaten Bekasi mulai memasuki babak persaingan. Di Desa Lambang Sari, Kecamatan Tambun Selatan, nama Subur Subangkit, purnawirawan TNI yang merupakan putra asli Lambang Sari, muncul sebagai salah satu kandidat yang siap bertarung dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) periode 2026–2034.
Subur Subangkit secara resmi mendaftarkan diri sebagai calon kepala desa. Kehadirannya membawa pesan perubahan dengan mengusung komitmen untuk mewujudkan pemerintahan desa yang jujur, amanah, transparan, serta berpihak pada kepentingan masyarakat.
Bagi Subur, maju dalam kontestasi Pilkades bukan sekadar ambisi politik. Ia menyatakan langkah tersebut merupakan bentuk kesiapan untuk kembali mengabdikan diri kepada masyarakat di tanah kelahirannya.
Sebagai putra asli Desa Lambang Sari sekaligus purnawirawan TNI, Subur menegaskan dirinya siap memberikan tenaga, pikiran, dan pengabdian untuk membantu masyarakat, termasuk ketika warga menghadapi persoalan sosial maupun membutuhkan pendampingan dalam berbagai persoalan yang dapat dibantu secara sukarela.
“Pengabdian kepada masyarakat tidak berhenti ketika tugas kedinasan selesai. Selama masih diberikan kesempatan dan kepercayaan, saya siap hadir untuk masyarakat,” ujar Subur.
Ia juga menekankan pentingnya membangun pemerintahan desa yang terbuka. Menurutnya, transparansi dalam pengelolaan pemerintahan dan pembangunan menjadi salah satu kunci untuk menciptakan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah desa.
Diantar Ratusan Pendukung
Pendaftaran Subur Subangkit turut mendapat dukungan dari ratusan kader dan simpatisan. Mereka beriringan mengantarkan Subur menuju kantor BPD Desa Lambang Sari sebagai bagian dari proses pencalonannya dalam Pilkades 2026.
Antusiasme para pendukung tersebut menjadi gambaran bahwa kontestasi Pilkades Lambang Sari diprediksi berlangsung kompetitif.
Subur sendiri memilih mengingatkan para kader dan simpatisannya agar tidak menjadikan momentum demokrasi sebagai sumber perpecahan. Ia meminta seluruh pendukung menjaga keamanan, ketertiban, dan kedamaian selama seluruh tahapan Pilkades berlangsung.
Menurutnya, kemenangan dalam sebuah kontestasi politik tidak boleh mengorbankan persaudaraan masyarakat.
“Pilkades adalah pesta demokrasi masyarakat. Mari kita jaga keamanan, ketertiban dan kedamaian. Siapa pun pilihannya, persaudaraan masyarakat Lambang Sari harus tetap dijaga,” pesannya.
Mengusung Perubahan Desa
Dengan latar belakang sebagai purnawirawan TNI dan putra asli Lambang Sari, Subur menyatakan ingin menjadikan pengalaman pengabdian yang dimilikinya sebagai modal untuk membangun desa apabila mendapat amanah masyarakat.
Ia menempatkan transparansi, pelayanan kepada masyarakat, serta pembangunan yang dapat dirasakan secara nyata sebagai bagian penting dari arah perjuangannya.
Kontestasi Pilkades Desa Lambang Sari pun kini semakin menarik perhatian. Kehadiran Subur Subangkit menambah peta persaingan sekaligus menawarkan pilihan baru bagi masyarakat dalam menentukan sosok yang akan memimpin desa untuk periode 2026–2034.
Sementara itu, Ketua Panitia Pemilihan Kepala Desa Lambang Sari membenarkan bahwa Subur Subangkit telah resmi terdaftar sebagai calon kepala desa dalam Pilkades Lambang Sari.
Pilkades serentak Kabupaten Bekasi dijadwalkan berlangsung pada 20 September 2026. Masyarakat Desa Lambang Sari akan menentukan pilihan mereka melalui proses demokrasi untuk memilih pemimpin yang diharapkan mampu membawa arah pembangunan desa menjadi lebih transparan, responsif, dan berorientasi pada kepentingan warga.
Reporter Cahyo Yonex




