-->
  • Jelajahi

    Copyright © trilokanews
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan Atas 2

     


    Iklan Atas 1

    DARI 8 JADI 6 ROMBEL: SMPN 5 CIBITUNG DISEGEL WARGA WANAJAYA, RATUSAN ANAK TERANCAM NGGAK SEKOLAH

    trilokanews
    Selasa, Juli 07, 2026, 09.53 WIB Last Updated 2026-07-07T02:53:58Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini


    trilokanews.com - Kabupaten Bekasi - Gelombang protes orang tua calon peserta didik meledak di SMP Negeri 5 Cibitung, Kabupaten Bekasi, Selasa 7/7/2026. Puluhan ibu-ibu dan bapak-bapak mendatangi sekolah dan melakukan aksi penyegelan gerbang sebagai bentuk kekecewaan terhadap kebijakan pengurangan jumlah rombongan belajar (rombel).

    Aksi tersebut dipicu berkurangnya kuota rombel di SMPN 5 Cibitung dari 8 rombel pada tahun ajaran 2025/2026 menjadi hanya 6 rombel pada tahun ajaran 2026/2027. Dampaknya, ratusan calon siswa dari wilayah sekitar gagal tertampung di sekolah negeri.


    Dengan membawa spanduk dan orasi, warga menuntut Pemerintah Kabupaten Bekasi dan Dinas Pendidikan segera bertindak. Mereka meminta jumlah rombel dikembalikan menjadi 8 seperti tahun sebelumnya agar seluruh anak memiliki kesempatan memperoleh pendidikan.

    Anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Wanajaya, Supra Yogi, menegaskan aksi tersebut merupakan aspirasi masyarakat yang merasa hak pendidikan anak-anak mereka terancam.

    "Intinya kami meminta kepada dinas terkait maupun Pemerintah Kabupaten Bekasi agar segera mengambil sikap dan tindakan. Ini adalah tuntutan warga karena masih banyak anak-anak kami yang belum masuk sekolah," ujar Supra Yogi kepada awak media.

    Menurutnya, pada tahun ajaran sebelumnya SMPN 5 Cibitung membuka 8 rombel dan PPDB berjalan aman. Namun kebijakan pengurangan menjadi 6 rombel membuat daya tampung berkurang drastis.

    "Kalau tahun kemarin membuka delapan rombel, Alhamdulillah aman. Sekarang tahun 2026 dikurangi menjadi enam rombel, artinya ada dua rombel yang hilang. Pengurangan ini juga terjadi di SMPN 4 dan SMPN 8 di Desa Wanajaya. Akibatnya banyak warga kami yang tidak tertampung dan sampai sekarang belum mendapatkan sekolah," jelasnya.

    Supra Yogi menilai kebijakan tersebut harus segera dievaluasi karena berdampak langsung terhadap akses pendidikan di Desa Wanajaya yang jumlah lulusan SD setiap tahunnya 

    Ia mendesak Pemerintah Kabupaten Bekasi dan Dinas Pendidikan agar tidak membiarkan persoalan ini berlarut-larut.

    "Kami meminta kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi dan para pemangku kebijakan di pemerintah daerah agar mengembalikan jumlah rombel menjadi delapan. Jangan sampai anak-anak kami kehilangan kesempatan mengenyam pendidikan hanya karena berkurangnya kuota rombel," tegasnya.

    Sementara itu, Humas SMPN 5 Cibitung, Dayat, menegaskan pihak sekolah hanya menjalankan petunjuk teknis (juknis) dari Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi, yakni membuka enam rombel dengan kapasitas 40 siswa per rombel.

    Menurut Dayat, setelah banyak calon siswa gagal diterima, para orang tua mengadukan persoalan tersebut kepada Pemerintah Desa Wanajaya. Berangkat dari kepedulian terhadap warganya, pemerintah desa kemudian menginisiasi usulan penambahan rombel kepada Dinas Pendidikan.

    "Karena masih banyak orang tua siswa yang mendaftar dan gagal dalam pendaftaran, akhirnya orang tua mengadu ke pihak desa agar anaknya bisa bersekolah di SMP Wanajaya. Pihak desa bergerak mengusulkan penambahan rombel ke Dinas Pendidikan karena peduli warganya. Kami pihak sekolah tidak mengusulkan, tapi pihak desa yang berinisiatif membantu," jelas Dayat.

    Pemerintah Desa Wanajaya mengajukan penambahan dua rombongan belajar atau setara dengan 80 kursi tambahan. Namun hingga kini, pengajuan tersebut belum mendapatkan keputusan resmi dari Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi.

    "Belum ada info ACC atau tidak. Ini Pak Lurah sedang menyampaikan usulan tersebut kepada Kabid Yudi di Dinas Pendidikan," kata Dayat.

    Aksi penyegelan sekolah menjadi simbol kekecewaan masyarakat terhadap kebijakan yang dinilai tidak mempertimbangkan tingginya kebutuhan daya tampung sekolah negeri di wilayah Cibitung, khususnya Desa Wanajaya.

    Reporter Catur Sujatmiko 

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini