-->
  • Jelajahi

    Copyright © trilokanews
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan Atas 2

     


    Iklan Atas 1

     


    Transmigrasi di Indonesia. Adalah Inspirasi Hijrah Nabi Muhammad SAW 1400 tahun lalu dalam Membangun Bangsa dan Penghuninya.

    trilokanews
    Sabtu, Agustus 15, 2026, 13.56 WIB Last Updated 2026-08-15T07:04:46Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini


    trilokanews.com - Jakarta - Transmigrasi di Indonesia pada Era Kolonial Tahun 1905 Kolonial Belanda. Memulai program kolonisasi (Transmigrasi) pada bulan November 1905, memberangkatkan 155 kepala keluarga dari Karesidenan Kedu jawa tenga ke Gedong Tataan, Lampung, untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja. 

    Berlanjut pada Era Kemerdekaan (1950) Istilah kolonisasi diubah menjadi Transmigrasi (Hijrah). Pemindahan Penduduk resmi pertama kali dilakukan oleh pemerintah Indonesia dalam membangun Bangsa dan Negara. 

    Dilaksanakan pada 12 Desember 1950. Tanggal ini selamjutnya di peringati sebagai Hari Bakti Transmigrasi. 

    Era Orde Baru (1969): Program Transmigrasi (Hijrah) ini dijadikan Prioritas nasional dan digalakkan secara besar-besaran melalui program Pelita I pada tahun 1969.

    Dalam Pasal 1 Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2009 tentang Ketentuan-Ketentuan Pokok Transmigrasi, dijelaskan bahwa Transmigrasi adalah perpindahan penduduk secara sukarela untuk meningkatkan _"Kesejahteraan dan menetap di kawasan transmigrasi"_ yang diselenggarakan oleh pemerintah. 

    Demikian Pemerintahan Presiden Ir H Soekarno dan dilanjutkan oleh orde Baru dalam Pemerintahan Presiden Jendral Soeharto. Yang mempersiap kan Pembangunan Bangsa, yang. Selanjutnya dengan adanya "yayasan  Amal Muslimin Pancadila" serta dibukanya Bea siswa Supersemar.

    Diperuntukan  siswa dan Maha siswa kurang beruntung ekonomi nya juga peruntukan   pembangunan Rumah Ibadah di Daerah seluruh Nusantara. Lantas membangun Negara dengan Pola yang saya perkirakan bahwa Para Alim Ulama yang Berdekatan Presiden  Ir Soekarno dan Presiden Soeharto Terinspirasi dengan yang di lakukan Nabi Muhammad SAW. Hijrah Indonesia Transmigrasi yang mrnjadi Program Nadional.

    Tidak salah jika kemudian dikatakan Terinspirsi oleh Hijrah Nabi Muhammad SAW dalam membangun Bangsa seperti Ayat Alqur'an Anisa ayat 100.

    Demikian Presiden pertama RI yang merupakan Proklamator memprrsiapkan Tatakelola Negara serta Bangsa dan berbangsa dengan Berbagai UU, PP dan Keputusan Presiden. Jendral TNI Soeharto Presiden ke 2 yang melanjutkan Ir Soekarno Presiden Pertama. Tentu Soeharto melanjutkan dengan mengisi Kemardekaan dengan Pembangunan Bangsa dan Negara.
    Presiden selanjut nya. Dr Habibie sebagai Presiden RI ke 3.

    Presiden Dr B.J. Habibie meninggalkan warisan monumental ganda. Mahakarya teknologi "Kedirgantaraan" berupa pesawat terbang N-250 Gatotkaca.  
    Fondasi reformasi demokratis melalui Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. 

    UU No 40 yang membuka keran kebebasan pers di Indonesia.Warisan beliau secara spesifik meliputi:Pesawat N-250 Gatotkaca: Karya masterpiece industri dirgantara nasional yang sukses melakukan penerbangan perdana pada 10 Agustus 1995. 

    Ini adalah pesawat penumpang sipil pertama buatan anak Bangsa yang sepenuhnya mengadopsi teknologi canggih fly-by-wire pada masanya. 

    Lantas membangun Bangsa dan bernegara untuk berdemokrasi "Kebebasan Pers" Melalui pencabutan larangan penerbitan dan pengesahan UU Pers, beliau berhasil menghapus pembredelan dan menjamin kemerdekaan pers sebagai salah satu pilar utama demokrasi modern Indonesia.

    Undang-Undang Otonomi Daerah Menerapkan UU No. 22 Tahun 1999, sebuah kebijakan desentralisasi radikal yang menyelamatkan negara dari disintegrasi bangsa pasca-krisis 1998 dengan memberikan kewenangan luas kepada daerah.
    Pondasi Demokrasi dan Ekonomi: Menyelenggarakan Pemilu demokratis pertama pada tahun 1999 dan berhasil mengendalikan inflasi serta menstabilkan nilai tukar rupiah yang sempat terpuruk parah selama krisis moneter.


    (Aki - aki usil ( HRS ) dari serambi Masjid Al Ikhlas - janur kuning Priuk). Catatan KH Ronggosutrisno Tahir
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini