-->
  • Jelajahi

    Copyright © trilokanews
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan Atas 2

     


    Iklan Atas 1

     



    Cegah DBD Menjangkit, Warga Kertamukti Sakti Residence 2 Gelar Fogging Mandiri Gandeng Puskesmas dan Karang Taruna

    trilokanews
    Sabtu, September 19, 2026, 13.34 WIB Last Updated 2026-09-19T06:34:12Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini


    trilokanews.com - Kabupaten Bekasi - Ancaman Demam Berdarah Dengue (DBD) mendorong warga Kertamukti Sakti Residence 2, Desa Kertamukti, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi, mengambil langkah cepat. Tak menunggu kondisi memburuk, warga RT 003/RW 016 menggelar fogging mandiri pada Sabtu (19/9/2026).

    Langkah preventif tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian warga terhadap kesehatan lingkungan sekaligus upaya memutus potensi penyebaran nyamuk Aedes aegypti yang menjadi vektor penyakit DBD.

    Kegiatan tidak berjalan sendiri. Warga berkolaborasi dengan Puskesmas Sukajaya, yang diwakili Heri, serta jajaran Karang Taruna Desa Kertamukti. Ketua RW 016, Nusin, juga hadir langsung memberikan dukungan terhadap pelaksanaan pengasapan di lingkungan permukiman.

    Fogging menyasar sejumlah titik yang dinilai berpotensi menjadi tempat berkembangnya nyamuk, mulai dari saluran air, halaman rumah, hingga fasilitas umum di sekitar lingkungan perumahan.

    Bagi warga, langkah tersebut bukan sekadar kegiatan pengasapan. Fogging menjadi bentuk respons bersama untuk menjaga lingkungan tetap aman di tengah kewaspadaan terhadap ancaman DBD.

    Ketua RT 003 Kardi Siboro mewakili warga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut.

    “Kami atas nama warga dan pengurus RT 003 mengucapkan terima kasih banyak kepada Heri beserta tim dari Puskesmas Sukajaya, Karang Taruna Desa Kertamukti, serta Ketua RW 016 Nusin yang telah hadir dan mendukung penuh kegiatan fogging ini. Semoga langkah nyata ini dapat melindungi kesehatan seluruh warga dari ancaman DBD,” ujar Ketua RT 003.

    Namun, warga menyadari bahwa fogging bukan satu-satunya solusi. Upaya pencegahan juga harus berjalan dari rumah ke rumah dengan menjaga kebersihan lingkungan dan menghilangkan tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.

    Karena itu, warga didorong untuk terus menjalankan gerakan 3M Plus, yakni menguras tempat penampungan air, menutup rapat tempat penyimpanan air, serta mendaur ulang atau memanfaatkan kembali barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.

    Kolaborasi warga, Puskesmas, Karang Taruna dan pengurus lingkungan di Kertamukti Sakti Residence 2 menjadi contoh bahwa pencegahan DBD tidak semata bergantung pada intervensi pemerintah. Kesadaran dan gerakan bersama di tingkat lingkungan menjadi bagian penting dalam menjaga permukiman tetap sehat.

    Pesannya jelas: sebelum DBD datang, warga memilih bergerak lebih dulu.

    Reporter: Ade Jarkasih 
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini