-->
  • Jelajahi

    Copyright © trilokanews
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan Atas 2

     


    Iklan Atas 1

     


    ANGGARAN APBD Rp99,4 JUTA DISOROT! Proyek SOR Taman Puri Cendana Diduga Minim Besi, Mariam Desak Disbudpora Bertindak Tegas

    trilokanews
    Sabtu, Oktober 31, 2026, 21.19 WIB Last Updated 2026-10-31T14:19:23Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini


    trilokanews.com - KABUPATEN BEKASI - Pembangunan infrastruktur yang tengah digencarkan Pemerintah Kabupaten Bekasi melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2026 kembali menuai sorotan. Kali ini, pekerjaan pembangunan sarana olahraga (SOR) di Perumahan Taman Puri Cendana RW 010, Desa Mekarsari, Kecamatan Tambun Selatan, dipersoalkan Forum Wartawan Jaya Indonesia (FWJI) Koordinator Wilayah Kabupaten Bekasi.

    Proyek dengan nilai pagu anggaran sebesar Rp99.476.000 tersebut dikerjakan oleh CV Putra Kobak Baya berdasarkan Surat Perintah Kerja (SPK) Nomor 000.3.2/6328/SPK/Disbudpora.7/2026.

    Sorotan muncul setelah awak media melakukan peninjauan langsung ke lokasi pekerjaan. Dalam pantauan tersebut, terlihat pemasangan besi wiremesh yang diduga tidak terpasang secara menyeluruh pada area pekerjaan. Selain itu, proses pengecoran juga menjadi perhatian setelah terlihat adanya penambahan air ke dalam mobil molen beton yang berasal dari batching plant.

    Temuan visual tersebut memunculkan pertanyaan mengenai kesesuaian pelaksanaan pekerjaan dengan spesifikasi teknis dan standar mutu konstruksi yang telah ditetapkan dalam kontrak.

    Disisi lain, Ketua FWJI Korwil Kabupaten Bekasi, Mariam, menilai pekerjaan infrastruktur yang bersumber dari uang rakyat tidak boleh dikerjakan sekadar menggugurkan kewajiban administrasi. Menurutnya, kualitas pekerjaan harus menjadi prioritas utama agar fasilitas publik benar-benar memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

    " Kita tahu, Kabupaten Bekasi saat ini masih dibayangi persoalan kasus ijon proyek. Seharusnya kondisi tersebut menjadi pelajaran penting bagi seluruh pihak agar lebih berhati-hati dalam mengelola anggaran daerah. Jangan sampai pekerjaan yang menggunakan uang rakyat justru diduga dikerjakan dengan mengurangi spesifikasi," tegas Mariam.

    Ia mempertanyakan bagaimana kualitas dan ketahanan bangunan tersebut apabila dugaan ketidaksesuaian spesifikasi benar terjadi dan tidak segera diperbaiki.

    "Kalau pengerjaannya seperti ini dan ternyata benar ada pengurangan spesifikasi, saya khawatir sarana olahraga ini tidak akan bertahan lama. Masyarakat membutuhkan fasilitas yang berkualitas, bukan pembangunan yang hanya terlihat selesai secara fisik, tetapi kualitasnya dipertanyakan," ujarnya.

    Mariam secara khusus meminta Disbudpora Kabupaten Bekasi tidak tinggal diam. Ia mendesak dinas terkait segera turun ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan teknis terhadap seluruh tahapan pekerjaan, mulai dari pemasangan besi wiremesh, proses pengecoran, hingga mutu beton yang digunakan.

    Menurutnya, apabila hasil pemeriksaan membuktikan adanya ketidaksesuaian antara pekerjaan di lapangan dengan spesifikasi dalam kontrak, Disbudpora harus mengambil tindakan tegas terhadap pelaksana proyek sesuai ketentuan yang berlaku.

    "Disbudpora harus bertindak tegas terhadap CV Putra Kobak Baya apabila terbukti melakukan pekerjaan tidak sesuai spesifikasi. Jangan sampai anggaran hampir Rp100 juta ini berujung pada pembangunan yang tidak berkualitas. Pengawasan jangan hanya dilakukan di atas kertas, tetapi harus dibuktikan melalui pemeriksaan langsung di lapangan," tandasnya.

    Ketika awak media mengkonfirmasi Imam Nugraha Kepala dinas disbudpora terkait dengan hal ini melalui WhatsApp, kepala dinas, belum menjawab dikarenakan WhatsApp ceklis satu, hingga berita ini ditanyakan belum ada jawaban.

    Reporter Catur Sujatmiko 
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini