masukkan script iklan disini
trilokanews.com - KABUPATEN BEKASI - Poli Klinik Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bekasi yang berlokasi di kompleks perkantoran Pemkab Bekasi, satu gedung dengan Inspektorat, tengah mematangkan persiapan menghadapi akreditasi perdana yang ditargetkan berlangsung pada November atau Desember 2026. Hingga saat ini, persiapan disebut telah mencapai sekitar 70 persen.
Akreditasi tersebut menjadi momentum penting bagi Poli Klinik Pemda Kabupaten Bekasi untuk memperkuat standar pelayanan, meningkatkan mutu layanan kesehatan, serta memastikan setiap prosedur medis dijalankan sesuai standar operasional prosedur (SOP).
Kepala Poli Klinik Pemda Kabupaten Bekasi, dr. Lia Narulitcha, menyampaikan perkembangan persiapan tersebut saat ditemui awak media TrilokaNews.com dan Tribatimes.com. Ketika itu, dr. Lia bersama tiga dokter lainnya, yakni dr. Ade Mulyani, drg. Amy Gustika, dan dr. Siti Utami, tengah memberikan pelayanan kepada Ketua Forum Wartawan Jaya Indonesia (FWJI) Korwil Kabupaten Bekasi, Siti Mariam, di ruang instalasi gawat darurat (IGD). Senin 13 Oktober 2026.
“Alhamdulillah, persiapan sudah hampir 70 persen. Mudah-mudahan dan mohon doanya supaya akreditasi Poli Klinik di sini berjalan lancar dan hasilnya baik, sehingga kami bisa memberikan pelayanan yang semakin berkualitas dan segera diparipurnakan,” ujar dr. Lia.
Menurutnya, pelayanan di Poli Klinik Pemda tidak hanya diperuntukkan bagi pejabat dan pegawai pemerintah daerah. Fasilitas tersebut juga melayani karyawan, anggota keluarga, serta masyarakat di lingkungan sekitar yang membutuhkan pemeriksaan dan layanan kesehatan.
“Kami ingin bisa memfasilitasi semua, baik pegawai Pemda Kabupaten Bekasi maupun bukan pegawai Pemda, termasuk karyawan, keluarga, dan masyarakat di sekitarnya,” jelasnya.
Dr. Lia menegaskan, akreditasi bukan hanya tahapan administratif, melainkan bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan secara berkelanjutan. Melalui proses tersebut, fasilitas pelayanan kesehatan didorong untuk bekerja berdasarkan standar yang terukur, prosedur yang jelas, serta orientasi pada keselamatan dan kepuasan pasien.
“Tujuan akreditasi yang pasti adalah peningkatan mutu dan kualitas. Akreditasi ini wajib supaya pelayanan terstandardisasi dengan baik. Tentunya mutunya juga harus semakin baik, dan apa yang dikerjakan harus sesuai SOP,” tegasnya.
Ia berharap seluruh persiapan dapat diselesaikan sesuai jadwal, termasuk pemenuhan standar pelayanan dan dukungan fasilitas yang diperlukan.
Bagi Poli Klinik Pemda, capaian persiapan 70 persen menjadi modal awal. Namun, pekerjaan selanjutnya tetap penting untuk memastikan seluruh unsur penilaian dapat dipenuhi sebelum pelaksanaan akreditasi.
Keberhasilan akreditasi nantinya diharapkan tidak berhenti pada pencapaian status atau pemenuhan dokumen, tetapi juga tercermin dalam pelayanan sehari-hari yang profesional, aman, tertib, dan responsif terhadap kebutuhan pasien.
Ketua FWJI Apresiasi Keramahan dan Ketelitian Dokter
Apresiasi terhadap pelayanan Poli Klinik Pemda Kabupaten Bekasi turut disampaikan Siti Mariam, Ketua FWJI Korwil Kabupaten Bekasi, berdasarkan pengalamannya ketika mendapatkan perawatan di ruang IGD.
Mariam menilai, pelayanan yang diterimanya berlangsung dengan baik. Ia menyoroti keramahan petugas, kebersihan dan kerapian ruangan, serta cara dokter memberikan penjelasan mengenai kondisi dan penanganan kesehatan secara terperinci.
“Pelayanannya bagus dan ramah. Ruangannya rapi dan bersih. Nah, perhatian dari para pegawainya itu yang saya banggakan. Mereka sopan, dokternya juga memberikan keterangan secara detail dan teliti. Kita seperti anak sekolah yang sedang diajarkan, karena penjelasannya benar-benar terperinci,” ungkap Mariam.
Menurutnya, komunikasi yang jelas antara tenaga medis dan pasien merupakan bagian penting dari pelayanan kesehatan. Pasien tidak hanya membutuhkan tindakan medis, tetapi juga penjelasan yang mudah dipahami agar mengetahui kondisi serta penanganan yang diberikan.
Reporter Catur Sujatmiko



