-->
  • Jelajahi

    Copyright © trilokanews
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan Atas 2

    Iklan Atas 1

    Kepala Desa Tambun dan Warga Hadiri Studi AMDAL Pembangunan Pergudangan PT Meratus Manajemen Aset

    trilokanews
    Jumat, Januari 23, 2026, 20.40 WIB Last Updated 2026-01-23T13:44:18Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

    trilokanews.com - Kabupaten Bekasi - Kepala Desa Tambun, Jaut Sarja Winata, bersama jajaran perangkat desa dan warga setempat serta Babinsa dan bimaspol menghadiri kegiatan Studi Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) yang diinisiasi oleh PT Meratus Manajemen Aset. Kegiatan tersebut berlangsung di Rumah Makan Warna-Warni, Jalan Inspeksi Kalimalang Nomor 36, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, pada Jumat (23/1/2026).

    Kegiatan ini merupakan bagian dari tahapan awal rencana pembangunan perusahaan pergudangan yang akan dilakukan oleh PT Meratus Manajemen Aset di wilayah Desa Tambun. Pelaksanaan konsultasi publik ini mengacu pada Pasal 28 ayat (2) Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, yang mewajibkan pelaku usaha melibatkan masyarakat melalui pengumuman rencana usaha dan konsultasi publik.

    PT Meratus Manajemen Aset berencana membangun kawasan Real Estate pergudangan dan penyimpanan dengan klasifikasi usaha KLBI 68111, di atas lahan seluas kurang lebih 62.922 meter persegi, yang berlokasi di Desa Tambun, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat.

    Kepala Desa Tambun, Jaut Sarja Winata, mengatakan bahwa kegiatan konsultasi publik ini merupakan tahapan penting sebelum pembangunan dimulai.

    “Hari ini kita mengadakan konsultasi publik. Ini adalah tahapan sebelum dibangunnya perusahaan. Harus seperti ini, melibatkan tokoh masyarakat, tokoh pemuda, ibu-ibu PKK, RT, RW, intinya seluruh warga masyarakat setempat,” ujar Jaut saat diwawancarai awak media.

    Menurutnya, dalam forum studi tersebut warga diberikan kesempatan untuk menyampaikan berbagai aspirasi dan keluhan, terutama terkait dampak sosial dan ekonomi dari rencana pembangunan.

    “Tadi sudah disampaikan dalam ruang studi, warga menyampaikan apa yang menjadi keluhannya. Salah satunya adalah masalah pekerjaan. Di Kabupaten Bekasi, khususnya di Desa Tambun, masih banyak warga yang setelah lulus sekolah belum mendapatkan pekerjaan,” ungkapnya.

    Ia menegaskan bahwa salah satu catatan penting dari pemerintah desa adalah adanya peluang kerja bagi warga lokal.

    “Catatan kami adalah bagaimana caranya agar orang-orang Desa Tambun yang saat ini belum bekerja bisa diprioritaskan,” tuturnya.

    Di lokasi yang sama, perwakilan PT Meratus Manajemen Aset, Dani, menyampaikan bahwa pihaknya saat ini masih fokus pada proses perizinan.

    “Setelah seluruh perizinan selesai, pembangunan akan segera kami lakukan. Untuk saat ini kami sedang mengurus perizinan terlebih dahulu,” ujarnya.

    Ia pun berharap proses perizinan dapat berjalan lancar sehingga pembangunan dapat segera terealisasi.

    “Harapannya sih bisa cepat,” pungkasnya.( Catur Sujatmiko)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini