Proyek yang dikerjakan oleh CV. Agani Maju Jaya, HPS Rp. 1.700.000.000 dan Pagu Rp. 1.699.968.505.87 bersumber dari dana APBD 2025, dengan nilai kontrak Rp, 1.648.292.000, tertanggal 1-16 Oktober 2025, dalam waktu pelaksanaan pekerjaan 70 hari kalender.
Saat tim Trilokanews di lokasi, konfirmasi dengan warga sekitar proyek inisial F, aktif sehari - hari tinggal dekat pembagunan. Beliau menyampaikan bahwa pekerjaan tersebut sangat disayangkan hasilnya, ini akibat kurangnya pengawasan dalam mengerjakan oleh instansi terkait Dinas PU Tata Kota Lubuk Linggau di Bidang Cipta Karya.
" Asal - asalan pak yang penting selesai, dan juga pernah saya lihat ditiktok belum selesai sudah ambruk yang talud nya. Itu pekerjaan utama dibangun dinding penahan kontur tanah, sebab dibelakangnya ada sungai dan sekarang ini pekerjaan lanjutan nya," unjarnya.
Ditambahkan beliau, terkait mutu beton yang diaduk dengan semen itu pak, tidak pakai takar lagi ,dan juga besi pagar kurang kuat takut nya nanti lepas atau patah kan ini namanya ruang terbuka publik.
Saat tim Trilokanews masih berada di lokasi pada hari Jum'at, 2 Januari 2025, melihat langsung sistem pengecoran oleh pekerja dilapangan menggunakan molen duduk (concrete mixer). Dan patal ya, saat cuaca sedang diguyur hujan pekerja dilapangan terus melakukan pengecoran.
" Ini dapat menyebabkan beberapa masalah yang memengaruhi kualitas beton. Hal ini terjadi karena air hujan tambahan mengubah perbandingan air-semen yang sudah diperhitungkan dengan cermat, yang dikenal sebagai faktor air-semen ".
6. Standar Nasional Indonesia (SNI) 2847-2019 (Standar Persyaratan Beton Struktural untuk Bangunan Gedung): Standar ini (dan pedoman terkait seperti PBI 1971 N.I.-2).




