-->
  • Jelajahi

    Copyright © trilokanews
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan Atas 2

     


    Iklan Atas 1

    Pengecoran Saat Hujan Mutu Beton Dipertanyakan, APH Dan BPK Audit Proyek Ruang Terbuka Publik Sukajadi

    trilokanews
    Minggu, Januari 04, 2026, 22.45 WIB Last Updated 2026-01-05T10:47:29Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

    TrilokanewsKota Lubuk Linggau - Pengerjaan proyek Pembangunan Ruang Terbuka Publik, yang berlokasi di Kelurahan Sukajadi, Kecamatan Barat I, Kota lubuk Linggau diduga pengerjaan nya asal-asalan.  Jumat, 02, Januari, 2026.

    " Dari pantauan Jurnalis Trilokanews dilokasi terlihat dengan jelas pada pengerjaan bangunan ruang terbuka dengan asal - asalan, lebih parah lagi bahwa mengerjakan proyek itu tersebut dalam kondisi cuaca sedang turun hujan ".

    Proyek yang dikerjakan oleh CV. Agani Maju Jaya, HPS Rp. 1.700.000.000 dan Pagu Rp. 1.699.968.505.87 bersumber dari dana APBD 2025, dengan nilai kontrak Rp, 1.648.292.000, tertanggal 1-16 Oktober 2025, dalam waktu pelaksanaan pekerjaan 70 hari kalender. 


    Saat tim Trilokanews di lokasi, konfirmasi dengan warga sekitar proyek inisial F, aktif sehari - hari tinggal dekat pembagunan. Beliau menyampaikan bahwa pekerjaan tersebut sangat disayangkan hasilnya, ini akibat kurangnya pengawasan dalam mengerjakan oleh instansi terkait Dinas PU Tata Kota Lubuk Linggau di Bidang Cipta Karya


    " Asal - asalan pak yang penting selesai, dan juga pernah saya lihat ditiktok belum selesai sudah ambruk yang talud nya. Itu pekerjaan utama dibangun dinding penahan kontur tanah, sebab dibelakangnya ada sungai dan sekarang ini pekerjaan lanjutan nya," unjarnya.


    Ditambahkan beliau, terkait mutu beton yang diaduk dengan semen itu pak, tidak pakai takar lagi ,dan juga besi pagar kurang kuat takut nya nanti lepas atau patah kan ini namanya ruang terbuka publik. 


    Saat tim Trilokanews masih berada di lokasi pada hari Jum'at, 2 Januari 2025, melihat langsung sistem pengecoran oleh pekerja dilapangan menggunakan molen duduk (concrete mixer). Dan patal ya, saat cuaca sedang diguyur hujan pekerja dilapangan terus melakukan pengecoran.

     

    " Ini dapat menyebabkan beberapa masalah yang memengaruhi kualitas beton. Hal ini terjadi karena air hujan tambahan mengubah perbandingan air-semen yang sudah diperhitungkan dengan cermat, yang dikenal sebagai faktor air-semen ".


    Ada pun faktor penyebab utama dan konsekuensi dari pengecoran saat hujan:

    1. Perubahan Faktor Air-Semen (FAS): Air hujan yang masuk ke dalam campuran beton saat proses pencampuran atau pengecoran akan menambah jumlah air total, 
    2. Penurunan Kekuatan Tekan: Kelebihan air menyebabkan kekuatan beton menurun secara signifikan,
    3. Pemisahan Agregat (Segregasi), Air berlebih dapat menyebabkan pemisahan material (agregat kasar, pasir, dan semen).
    4. Peningkatan Porositas, Kelebihan air menciptakan pori-pori yang lebih besar saat menguap selama proses pengeringan, membuat beton lebih keropos dan kurang kedap air,
    5. Kerusakan Permukaan, Air hujan yang langsung jatuh ke permukaan beton basah dapat merusak finishing, dan

    6. Standar Nasional Indonesia (SNI) 2847-2019 (Standar Persyaratan Beton Struktural untuk Bangunan Gedung): Standar ini (dan pedoman terkait seperti PBI 1971 N.I.-2). 


    Kesimpulan dari permasalahan  pekerjaan proyek ruang terbuka hijau, jika dikerjakan dalam kondisi cuaca buruk, termasuk hujan deras, dianggap melanggar prinsip, ini karena mencegah kontrol kualitas yang tepat. Kepada APH dan BPK harus bertindak terkait hasil mutu dan kekuatan beton tersebut. (Tim Guntur-Amri).
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini