-->
  • Jelajahi

    Copyright © trilokanews
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan Atas 2

     


    Iklan Atas 1

    Wisata Danau Aur Padat Dampak Dari Parkir Liar Di Badan Jalan, Warga Minilai Pengelola Lalai

    trilokanews
    Kamis, Januari 01, 2026, 22.06 WIB Last Updated 2026-01-01T15:06:51Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini
    trilokanews.com - Musi Rawas - Pasca libur panjang habis Nataru, wisata Danau Aur membeludak hingga parkir liar memakan badan jalan yang sehari hari dilalui warga yang berada di Sumberharta, Kabupaten Musi Rawas. Yang mana terjadi kemacetan panjang dan sangat menggangu aktivitas masyarakat sekitar. Kamis, 01 Januari 2026.

    Akibatnya Lalu lintas di kawasan wisata Danau Aur lumpuh total akibat membludaknya pengunjung yang tidak diantisipasi oleh pihak terkait dan buruknya manajemen pengaturan lalu lintas yang baik. 

    Saat tim Trilokanews melintas di kawasan wisata Danau Aur, sekitar pukul 12.00 Wib bersama warga dari desa Rantau Bingin kemacetan panjang terjadi. Tim sangat menyayangkan sistem pengelolaan kawasan wisata tidak memikirkan dampak bagi warga yang melintas di jalan penghubung antar desa di Kecamatan Sumberharta menuju Kecamatan Terawas. 

    Terlihat dilokasi kawasan wisata Danau Aur, para pengunjung memarkirkan kendaraannya di badan jalan, sehingga membuat kemacetan panjang. ​Warga setempat meluapkan kemarahannya karena aktivitas harian mereka sangat terganggu, jalanan dipenuhi kendaraan pengunjung yang hendak menikmati wisata Danau Aur  tersebut.​

    Menyikapi hal ini, Tim Trilokanews meminta kepada Pemkab Musi Rawas melalui Dinas Pariwisata dan Dinas Perhubungan, seharusnya mengatur jalur lalu lintas yang berada dikawasan wisata Danau Aur. Karena yang dibutuhkan warga pengguna jalan disini dapat segera mencari solusi kedepannya jangan sampai terjadi kembali. 

    ​Amri, warga terdampak, menilai pengelola hanya memikirkan keuntungan bisnis tanpa mempedulikan dampak lingkungan sosial. “ Kami bukan penonton, kami korban. Jalan ini nadi aktivitas warga, bukan cuma jalur wisata,” protesnya.

    ​Kekacauan diperparah oleh melubernya parkir kendaraan ke badan jalan, karena kapasitas parkir di dalam area wisata yang tidak memadai. Ironisnya, tidak terlihat skema rekayasa lalu lintas yang matang maupun petugas yang cukup untuk mengurai kepadatan di jam krusial, harapnya.(Amri)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini