masukkan script iklan disini
trilokanews.com - Kabupaten Bekasi - Sebagai salah satu kawasan industri terbesar di Asia Tenggara, Kabupaten Bekasi terus berbenah dalam mendukung mobilitas masyarakat, khususnya para pekerja yang beraktivitas di wilayah Bekasi dan Jakarta. Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Pemerintah Kabupaten Bekasi bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Jababeka resmi meluncurkan layanan bus Transjabodetabek Koridor Cawang–Cikarang (Kota Jababeka), di kawasan Jababeka, Cikarang Utara, Kamis (12/2).
Peluncuran ini menjadi langkah konkret sinergi lintas wilayah dalam menghadirkan transportasi umum massal yang aman, nyaman, terjangkau, dan terintegrasi bagi masyarakat.
Plt. Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, mengatakan kerja sama sistem transportasi modern Transjakarta antara Pemkab Bekasi dan Pemprov DKI Jakarta merupakan upaya nyata menjawab kebutuhan pelayanan transportasi warga Kabupaten Bekasi.
“Transjabodetabek yang beroperasi ini memiliki tarif khusus. Mulai pukul 05.00 WIB hingga 07.00 WIB dikenakan tarif Rp2.000, kemudian setelah pukul 07.00 WIB berlaku tarif normal Rp3.500. Ini sangat efisien dan murah karena disubsidi langsung oleh Pemprov DKI,” ujarnya kepada awak media.
Menurut Asep, peluncuran layanan ini sangat relevan mengingat Cikarang merupakan salah satu pusat industri terbesar di Indonesia dengan ribuan perusahaan yang menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar setiap harinya. Namun di sisi lain, pertumbuhan tersebut juga memunculkan tantangan serius, seperti kemacetan lalu lintas, tingginya biaya perjalanan, waktu tempuh yang panjang, hingga tekanan terhadap kualitas lingkungan.
“Penguatan angkutan umum massal yang andal, terjadwal, nyaman, dan terjangkau bukan lagi pilihan, tetapi sebuah keharusan,” tegasnya.
Ia menambahkan, kerja sama lintas wilayah ini menjadi contoh nyata bahwa sinergi antar daerah mampu menghadirkan solusi konkret bagi masyarakat. Ke depan, Pemkab Bekasi juga akan menyiapkan layanan feeder atau angkutan pengumpan guna mendukung konektivitas menuju titik layanan Transjabodetabek agar semakin mudah dijangkau warga.
“Kabupaten Bekasi nantinya tinggal membuat feeder-feeder agar layanan ini benar-benar menjadi transportasi massal yang terakomodir dengan baik dan tetap terjangkau,” imbuhnya.
Sementara itu, Wakil Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Ujang Harmawan, menyampaikan bahwa operasional Transjabodetabek rute Cikarang–Cawang dilayani oleh 14 armada. Sebanyak 10 armada stanby di Jababeka dan 4 armada stanby di Cawang. Layanan ini beroperasi setiap hari mulai pukul 05.00 hingga 22.00 WIB.
Menurutnya, kehadiran Transjabodetabek diharapkan dapat mengurangi jumlah kendaraan pribadi yang masuk ke Jakarta. Meski demikian, jarak tempuh Cikarang–Cawang sejauh 29 kilometer tentu membutuhkan biaya operasional yang tidak sedikit.
“Ini merupakan bagian dari perkembangan transportasi menuju Jakarta sebagai kota global. Layanan ini juga merupakan permintaan Gubernur DKI agar transportasi dapat menjangkau wilayah perbatasan dengan DKI Jakarta,” jelas Ujang.
Senada dengan hal tersebut, Plt. Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bekasi, Agus Budiono, menyebut peluncuran transportasi modern Jabodetabek ini menjadi jawaban atas kebutuhan masyarakat, terutama pengguna angkutan umum.
Ia menegaskan bahwa langkah selanjutnya adalah melakukan sosialisasi secara bertahap dan menyeluruh agar masyarakat mengetahui bahwa Kabupaten Bekasi kini telah terlayani langsung oleh angkutan umum menuju Jakarta, begitu pula sebaliknya.
“Selama ini kebanyakan warga yang bekerja di Jakarta menggunakan kereta dari Stasiun Cikarang. Dengan hadirnya Transjabodetabek ini, masyarakat memiliki alternatif transportasi lain. Tinggal kita hitung saja potensi pengguna dari wilayah Jababeka, Lemah Abang, dan sekitarnya yang setiap hari bepergian ke Jakarta,” pungkasnya.
Dengan hadirnya Koridor Cawang–Cikarang ini, diharapkan mobilitas pekerja semakin efisien, kemacetan berkurang, serta kualitas lingkungan di wilayah Bekasi dan Jakarta dapat semakin terjaga melalui peralihan penggunaan kendaraan pribadi ke transportasi umum massal.( Catur Sujatmiko)



