-->
  • Jelajahi

    Copyright © trilokanews
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan Atas 2

     


    Iklan Atas 1

    Banjir Kepung Kecamatan Rupit, Ribuan Warga Terdampak! Ketinggian Air Capai 2,5 Meter

    trilokanews
    Kamis, Mei 07, 2026, 20.39 WIB Last Updated 2026-05-07T13:39:19Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini



    Trilokanews - Musi Rawas Utara, Banjir besar kembali melanda sejumlah wilayah di Kecamatan Rupit, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Kamis (7/5/2026). Tingginya curah hujan dalam beberapa hari terakhir membuat puluhan dusun terendam, dengan ketinggian air di sejumlah titik mencapai hingga 2,5 meter.


    Kondisi paling parah terjadi di Desa Noman Baru dan Batu Gajah Baru. Di Desa Noman Baru, sebanyak 10 dari 11 dusun terdampak banjir. Bahkan di Dusun 1, 2, dan 6, ketinggian air dilaporkan mencapai 2 meter sehingga aktivitas warga lumpuh total.


    Sementara itu di Desa Batu Gajah Baru, banjir merendam Dusun 2, 3, 4, dan 5 dengan ketinggian air mencapai 2,5 meter. Sedangkan Dusun 8 terendam sekitar 1,5 meter.


    Tak hanya itu, Desa Batu Gajah juga mengalami kondisi memprihatinkan. Dusun 3, 4, 5, dan 6 dilaporkan terendam lebih dari 1 meter. Warga terpaksa mengamankan barang-barang berharga dan mencari tempat yang lebih aman.


    Berikut wilayah yang terdampak banjir di Kecamatan Rupit:

    • Desa Tanjung Beringin: 3 dusun terdampak,
    • Desa Noman: 3 dusun terdampak,
    • Desa Noman Baru: 10 dusun terdampak,
    • Desa Batu Gajah: Dusun 3, 4, 5, dan 6,
    • Desa Batu Gajah Baru: Dusun 2, 3, 4, 5, dan 8,
    • Desa Maur: Dusun 4, 5, dan 6,
    • Desa Maur Baru: Dusun 1, 2, dan 5, dan 
    • Desa Bingin Rupit: Dusun 3


    Sementara beberapa wilayah lainnya seperti :

    1.  Muara Rupit,
    2.  Lawang Agung, 
    3.  Karang Anyar,
    4.  Karang Waru, 
    5.  Lubuk Rumbai, 
    6.  Pantai, dan 
    7.  Beringin Jaya dilaporkan masih dalam kondisi aman dari genangan banjir.


    Warga berharap adanya bantuan cepat dari pemerintah daerah dan pihak terkait, terutama untuk evakuasi, logistik, serta kebutuhan darurat lainnya. Hingga saat ini, masyarakat masih waspada karena debit air di sejumlah titik disebut belum menunjukkan tanda-tanda surut. (A_01/Amri).

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini