Trilokanews - Kota Lubuk Linggau, Rachmat Hidayat memimpin langsung rapat koordinasi Forum Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR), program kemitraan dan bina lingkungan di Ruang Rapat Moneng Sepati, Kantor Wali Kota Lubuk Linggau, Kamis, 17 Mei 2026.
Dalam rapat tersebut, Pemkot Lubuk Linggau menegaskan pentingnya transparansi dan keterlibatan nyata dunia usaha dalam membantu percepatan pembangunan daerah, khususnya untuk program-program yang belum tercover APBD.
Menurut Wali Kota, pemerintah ingin mengetahui sejauh mana kontribusi perusahaan terhadap masyarakat melalui program CSR yang benar-benar berdampak langsung.
“Kami ingin melihat apa yang sudah dilakukan pelaku usaha untuk memperhatikan masyarakat dan menjalankan program yang belum tercover APBD agar pembangunan di Kota Lubuk Linggau dapat terlaksana lebih cepat,” ujar Rachmat Hidayat.
Sejumlah perusahaan disebut telah menjalankan program CSR di Kota Lubuk Linggau. Program bedah rumah misalnya dilakukan oleh Bank Sumsel Babel, REI, PT Taspen hingga Baznas. Sementara Nippon Paint diketahui telah membantu pengecatan Masjid Agung As-Salam dan Rumah Sakit Ar Bunda.
Namun, dalam rapat tersebut juga terungkap masih ada sejumlah perusahaan yang dinilai belum terlihat aktif menjalankan program CSR di wilayah Kota Lubuk Linggau.
Wali Kota pun mengajak seluruh pelaku usaha untuk mulai bergerak dan ikut mengambil peran membantu masyarakat serta mendukung program pemerintah daerah.
“Terima kasih kepada perusahaan yang sudah melaksanakan program pemerintah Kota Lubuk Linggau. Diharapkan perusahaan yang lain juga mulai bergerak agar dapat membantu masyarakat serta mendukung program pemerintah,” tegasnya.
Selain membahas kontribusi perusahaan, rapat koordinasi ini juga menyoroti pentingnya sinkronisasi program CSR agar tepat sasaran, transparan, dan sesuai kebutuhan masyarakat.
Pemkot Lubuk Linggau menargetkan program CSR ke depan lebih fokus pada bantuan yang langsung dirasakan masyarakat, mulai dari pembangunan sosial, lingkungan hingga fasilitas umum.
Wali Kota juga menegaskan bahwa Pemerintah Kota Lubuk Linggau tidak mengelola dana CSR perusahaan. Pemkot hanya berperan sebagai penghubung program agar pelaksanaan CSR selaras dengan prioritas pembangunan daerah.
“Kita harus fokus pada program yang langsung menyentuh, dirasakan dan berdampak langsung kepada masyarakat,” pungkasnya.
Rapat turut dihadiri Sekda Lubuk Linggau Trisko Defriyansa, para kepala OPD, staf ahli, asisten serta jajaran Forum CSR Kota Lubuk Linggau. (A_01).




