KABUPATEN BEKASI, TRILOKANEWS - Salwah Rahmadani, 5 tahun, warga Desa Sarimukti Kecamatan Cibitung Kabupaten Bekasi, tidak bisa berjalan dan berbicara seperti anak seusianya. Sejak usia 3 bulan ia divonis sabilitas. Kini Salwah hanya bisa digendong ayahnya, Rohmat, yang fisiknya juga terbatas.
Saat ditemui TrilokaNews di kediamannya, Senin 30-6-2026, Rohmat bercerita pasrah. "Anak saya dari kecil sudah begini. Tahunya pas umur tiga bulan. Sampai umur 5 tahun tidak bisa jalan, orang bilang sabilitas," ujarnya.
Rohmat mengaku berharap Salwah mendapat kursi roda dan bantuan PKH diaktifkan kembali. "Saya dulu dapat PKH dan bantuan lain. Sekarang tidak dapat lagi. Pernah dapat gerobak sama uang 5 juta bentuk sembako buat jualan cilok, tapi sekarang sepi, modal habis," katanya.
Saat ini Rohmat nganggur dan kerja serabutan. Kondisi fisiknya tidak sekuat orang normal, sehingga sulit jadi kuli bangunan. "Ini gerobak sama sembako 5 juta dagang sepi, modal habis. Mau cari uang ke mana? Saya mohon Dinsos agar aktifkan lagi PKH saya karena buat kebutuhan anak saya yang sabilitas.
Dikonfirmasi TrilokaNews, Kabid Dinas Sosial Kabupaten Bekasi melalui WhatsApp menjawab: "Ibu, maaf. Untuk bantuan kursi roda diajukan ke Dinsos. Minta sama PSM dan TKSK untuk datanya, karena kita perlu data buat yang dapat bantuan kursi rodanya."
Salwah kini menunggu uluran tangan Pemerintah Kabupaten Bekasi. Kursi roda dan PKH aktif menjadi harapan terakhir keluarga ini agar Salwah bisa menjalani hidup lebih layak.





