-->
  • Jelajahi

    Copyright © trilokanews
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan Atas 2

     


    Iklan Atas 1

    130 Nasabah Desak Aksi Damai Lebih Besar, Sengketa Dugaan Kredit Bank Mandiri Taspen Purwokerto Kian Memanas

    trilokanews
    Minggu, Juli 05, 2026, 23.11 WIB Last Updated 2026-07-05T16:11:03Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini


    trilokanews.com - Purwokerto, Jateng - Gelombang protes terhadap dugaan persoalan kredit di Bank Mandiri Taspen Cabang Purwokerto terus membesar. Sebanyak 130 nasabah yang mengaku menjadi korban dugaan kredit bermasalah mendatangi tim kuasa hukum mereka, Sabtu (4/7/2026), untuk mendesak digelarnya aksi damai lanjutan dengan jumlah massa yang lebih besar.

    Pertemuan yang berlangsung sejak pagi itu menjadi sinyal bahwa polemik yang bergulir belum menemukan titik terang. Para nasabah menilai aksi lanjutan diperlukan agar tuntutan mereka mendapat perhatian serius dari pihak terkait.

    Kuasa hukum para nasabah, H. Djoko Susanto, SH, mengatakan para klien mulai berdatangan sejak pukul 09.00 WIB dan terus bertambah hingga mencapai sekitar 130 orang.

    "Mereka datang dengan satu tujuan, yaitu meminta kami kembali menggelar aksi damai yang lebih besar pada 9 Juli mendatang. Aspirasi ini muncul karena mereka merasa persoalan yang dialami belum memperoleh penyelesaian yang diharapkan," ujar Djoko kepada wartawan.

    Menurut Djoko, pihaknya telah memberikan pemahaman kepada para nasabah bahwa menyampaikan pendapat di muka umum merupakan hak konstitusional yang dijamin oleh peraturan perundang-undangan. Karena itu, tim kuasa hukum siap mengawal seluruh proses penyampaian aspirasi agar berlangsung tertib, damai, dan sesuai ketentuan hukum.

    "Kami berkewajiban mendampingi dan membela hak-hak klien. Penyampaian aspirasi harus dilakukan secara damai dan sesuai aturan yang berlaku," tegasnya.

    Dalam pertemuan tersebut, para nasabah kembali menyampaikan tuntutan yang sama seperti pada aksi sebelumnya. Mereka meminta agar perjanjian kredit yang dipersoalkan dibatalkan atau dicabut. Selain itu, mereka juga mendesak adanya pembekuan izin operasional Bank Mandiri Taspen Cabang Purwokerto hingga persoalan tersebut memperoleh penyelesaian yang jelas.

    Djoko mengungkapkan, peserta yang hadir tidak hanya berasal dari Kabupaten Banyumas. Mereka juga datang dari berbagai wilayah di eks Karesidenan Banyumas, seperti Kabupaten Cilacap, Purbalingga, dan Banjarnegara. Kehadiran mereka, menurutnya, menunjukkan bahwa persoalan ini berdampak luas dan masih menjadi perhatian para nasabah yang merasa dirugikan.

    Rencana aksi damai pada 9 Juli mendatang diperkirakan akan melibatkan massa yang lebih banyak dibandingkan aksi sebelumnya. Tim kuasa hukum menyebut saat ini tengah melakukan koordinasi dan persiapan agar kegiatan berlangsung kondusif serta sesuai prosedur yang berlaku.

    Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, pihak Bank Mandiri Taspen Cabang Purwokerto belum memberikan tanggapan resmi terkait tuntutan para nasabah maupun rencana aksi damai lanjutan tersebut. Redaksi masih berupaya meminta konfirmasi kepada pihak bank guna memperoleh penjelasan resmi sehingga pemberitaan tetap berimbang. (Redaksi)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini