Wartawan Jaya Indonesia (FWJI) Mariam korwik Bekasi mengapresiasi langkah Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bekasi yang telah membuka informasi terkait anggaran Pilkades Serentak Tahun 2026.
Hal itu disampaikan FWJI menanggapi Surat Jawaban DPMD Nomor: 400.10.2.4/2787-DPMD/2026 tanggal 13 Agustus 2026, yang merujuk pada *Keputusan Bupati Bekasi Nomor: 100.3.3.2/KEP.536-DPMD/2026 tentang Bantuan Keuangan Khusus Penyelenggaraan Pilkades Serentak.
“Dengan adanya keterbukaan informasi ini, publik jadi tahu bahwa Pemkab Bekasi mengalokasikan Rp59,9 Miliar untuk 154 desa. Ini langkah bagus menuju Pilkades yang bersih dan akuntabel,” ujar [Nama Ketua FWJI], Ketua DPC FWJI Kabupaten Bekasi,.
Berdasarkan Kepbup tersebut, rincian anggaran Pilkades 2026 adalah:
1. Rp40,17 Miliar untuk operasional TPS dan KPPS
2. Rp16,09 Miliar* untuk operasional dan honorarium Panitia Pilkades
3. Rp3,36 Miliar untuk PPDP
4. Rp308 Juta untuk Satlinmas
FWJI juga mencatat, pencairan dana dilakukan 2 tahap dan dasar perhitungannya menggunakan DPT Pilkada 2024 + 5%. Selain itu, Pilkades 2026 direncanakan menggunakan sistem digital.
Meski mengapresiasi, FWJI mendorong DPMD dan Inspektorat untuk melakukan pengawasan melekat agar anggaran tidak disalahgunakan.
“Kami minta BPD, tokoh masyarakat, dan media di desa ikut mengawasi. Jangan sampai ada politik uang, mark-up, atau pemotongan honor panitia. Rp59,9 M ini uang rakyat, harus sampai ke sasaran,” tegas [Nama Ketua].
FWJI Kabupaten Bekasi menyatakan siap menjadi mitra kontrol sosial dan melakukan pemantauan di 154 desa penyelenggara Pilkades agar pesta demokrasi tingkat desa berjalan jujur, adil, dan damai. Ujarnya
Forum Wartawan Jaya Indonesia adalah organisasi profesi wartawan yang berkomitmen pada jurnalisme independen dan kontrol sosial untuk pembangunan.




