KABUPATEN BEKASI, Trilokanews – Forum Wartawan Jaya Indonesia (FWJI) Korwil Kabupaten Bekasi Mariam mempertanyakan fungsi Laboratorium Kualitas Udara milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi di tengah keluhan warga Tegal Danas.
Warga resah dengan polusi debu dari aktivitas batching plant yang diduga tak berizin. Truk molen hilir mudik setiap hari, tapi belum ada langkah konkret dari DLH.
"DLH punya laboratorium udara, punya anggaran, punya SDM. Tapi kenapa saat warga Tegal Danas tercekik polusi, alat itu diam tidak difungsikan?" kata Ketua FWJI Korwil Kab. Bekasi, Mariam.
Menurut Mariam, laboratorium udara bukan pajangan. Tugasnya mengukur, menguji, dan memberi data valid soal kualitas udara di titik yang dikeluhkan masyarakat.
"Jangan tunggu warga sakit dulu baru bergerak. Turunkan sekarang juga lab udara ke Tegal Danas. Uji. Umumkan hasilnya. Itu tanggung jawab DLH," tegasnya.
FWJI mendesak DLH transparan. Jika hasil uji menunjukkan baku mutu terlampaui, maka Pemkab harus berani menindak dan menutup batching plant tak berizin tersebut.
"Jangan sampai laboratorium hanya dipakai saat ada kunjungan. Fungsi utamanya adalah melindungi kesehatan warga," pungkas Mariam.




