masukkan script iklan disini
trilokanews.com - Kabupaten Bekasi - Kabar duka menyelimuti keluarga besar insan pers di Kabupaten Bekasi. Pimpinan media Patriot Indonesia dan Mitra Hukum Bhayangkara, Nurhasan, SH, meninggal dunia pada Minggu, 30 Agustus 2026.
Kepergian Nurhasan, SH, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, serta rekan-rekan seprofesi yang selama ini mengenal almarhum sebagai bagian dari perjalanan pers dan jurnalistik di Kabupaten Bekasi.
Ungkapan belasungkawa datang dari Catur Sujatmiko, Bendahara Forum Wartawan Jaya Indonesia (FWJI) Korwil Kabupaten Bekasi. Ia menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam atas wafatnya sosok yang selama ini menjadi bagian dari keluarga besar media dan insan pers.
“Saya pribadi dan keluarga besar FWJI Korwil Kabupaten Bekasi turut berdukacita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya almarhum Nurhasan, SH. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT dan seluruh amal ibadahnya diterima,” ujar Catur Sujatmiko.
Almarhum Nurhasan, SH, diketahui mengembuskan napas terakhir di kediamannya yang berada di Kampung Rawagebang, Desa Tanjungbaru, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, pada Minggu (30/8/2026).
Jenazah kemudian dimakamkan di pemakaman keluarga. Suasana duka menyelimuti kediaman almarhum, tempat keluarga dan kerabat berdatangan untuk memberikan penghormatan terakhir.
Bagi dunia jurnalistik, kepergian seorang insan pers bukan sekadar kehilangan secara personal. Sosok yang telah mengambil bagian dalam menyampaikan informasi kepada publik meninggalkan jejak pengabdian melalui tulisan, pemberitaan, serta kiprahnya dalam mengawal berbagai persoalan masyarakat.
Catur berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi kepergian almarhum.
“Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan keikhlasan, kesabaran dan kekuatan. Kita semua mendoakan semoga almarhum husnul khatimah, diampuni segala dosa dan kesalahannya, serta ditempatkan di tempat yang mulia di sisi Allah SWT,” tuturnya.
Selamat jalan, Nurhasan, SH.
Karya boleh berhenti, tetapi jejak pengabdian seorang insan pers akan tetap dikenang.
Innalillahi wa inna ilaihi raji'un.
(Redaksi)




