-->
  • Jelajahi

    Copyright © trilokanews
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan Atas 2

    Iklan Atas 1

     


    Sehari Setelah Disorot DPRD, Warga Geruduk KCP Setia Asih Protes Air Mati. Kepala KCP Tak Ada di Tempat

    trilokanews
    Rabu, Agustus 05, 2026, 06.56 WIB Last Updated 2026-08-05T00:01:20Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini


    trilokanews.com - Kabupaten Bekasi  - Amarah warga Desa Setia Asih, Kabupaten Bekasi memuncak. Puluhan warga mendatangi Kantor Cabang Pembantu (KCP) PDAM Tirta Bhagasasi Setia Asih pada Selasa (4/8/2026) pagi. Mereka memprotes pelayanan air bersih yang keruh dan mati total sejak Senin (3/8/2026) malam.

    Aksi warga ini terjadi hanya sehari setelah Komisi I DPRD Kabupaten Bekasi menggelar rapat kerja dan membongkar bobrok internal Perumda Tirta Bhagasasi, Senin (3/8/2026).

    Dalam rapat tersebut, DPRD menyoroti dugaan Direktur Utama indisipliner karena sering tidak hadir sesuai jam kerja, konflik antar direksi, hingga ketidakharmonisan Dewan Pengawas yang ditandai surat Dissenting Opinion tertanggal 12 Juli 2026.

    "Bukan hanya direksinya yang tidak akur, tetapi Dewan Pengawasnya juga tidak akur," tegas Anggota Komisi I Ahmad Faisal. 

    "Bila pimpinan perusahaan sendiri tidak memberikan contoh kedisiplinan, tentu akan berdampak terhadap kinerja organisasi secara keseluruhan," tambah H. Marjaya Sargan.

    Kekhawatiran DPRD itu kini terbukti di lapangan. Pantauan FWJI melalui video yang beredar, puluhan warga tampak memadati ruang pelayanan KCP sejak pukul 09.00 WIB. Warga terus menanyakan kejelasan kapan air akan mengalir kembali. 

    "Air dari kemarin sore sudah keruh. Pagi ini malah mati total. Mau masak, mandi susah. Ke kantor nggak ada yang jelasin, kepalanya juga nggak ada" ujar salah satu warga.

    Hingga pukul 10.00 WIB, Kepala KCP Setia Asih, Iwan Setiawan, belum terlihat di lokasi. Beberapa staf hanya bisa menerima keluhan tanpa memberikan solusi pasti.

    Anggota Komisi I Muhtada Sobirin sebelumnya telah mendesak Kuasa Pemilik Modal (KPM) yakni Plt Bupati Bekasi untuk segera turun tangan. 

    "Satu-satunya langkah yang bisa menengahi ini semua yaitu KPM. Saya berharap Komisi I agar memanggil Plt Bupati Bekasi agar permasalahan tidak berimbas kepada pelayanan," kata Muhtada.

    FWJI DPD Kabupaten Bekasi menilai, kejadian di KCP Setia Asih adalah "efek domino" dari carut-marut tata kelola di tubuh Tirta Bhagasasi. 

    "Kalau pimpinannya saja tidak disiplin dan tidak akur, wajar jika sampai ke bawah ikut kacau. Warga tidak boleh terus-menerus jadi korban," ujar Ketua FWJI DPD Kab. Bekasi.

    FWJI mendesak Dewan Pengawas bersikap tegas, Manajemen Tirta Bhagasasi segera melakukan normalisasi, dan KPM/Plt Bupati memanggil jajaran Direksi dan Dewas untuk evaluasi menyeluruh.

    Hingga berita ini diturunkan, FWJI masih berupaya mengkonfirmasi pihak KCP Setia Asih, Dewan Pengawas, dan Humas PDAM Tirta Bhagasasi.

    Reporter Ipoel 
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini