Pesan itu mengemuka dalam kunjungan kerja Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI Arifah Fauzi ke Kabupaten Situbondo, Senin (21/9/2026).
Menteri PPPA disambut langsung Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo dalam dialog bersama di Pendopo Rakyat Kabupaten Situbondo. Pertemuan tersebut menjadi ruang untuk memperkuat sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam membangun sistem pemberdayaan perempuan sekaligus perlindungan anak di tingkat daerah.
Bupati Rio menyampaikan apresiasi atas kunjungan Menteri PPPA ke Situbondo. Ia berharap kedatangan pemerintah pusat tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi membuka ruang kolaborasi yang lebih luas bagi penguatan program pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.
"Semua bisa hadir, bisa bersama-sama membersamai Ibu Menteri di sini. Saya ucapkan terima kasih, selamat datang di Situbondo," ujar Bupati Rio.
Dalam dialog tersebut, Rio juga memaparkan berbagai potensi Kabupaten Situbondo, mulai dari sektor pariwisata, kekayaan alam, budaya hingga kehidupan pesantren.
Menurutnya, posisi Situbondo yang dilintasi masyarakat dalam mobilitas antardaerah merupakan potensi ekonomi yang besar apabila mampu dikelola secara optimal.
"Kalau bicara potensi, sampai capek kita bicara potensi. Kita hitung aja berapa jumlah orang yang melalui Situbondo, pulang dan pergi. Itu market potensial banget itu," ungkapnya.
Tak hanya memiliki potensi ekonomi, Situbondo juga dinilai mempunyai karakter sosial dan budaya yang kuat. Keberagaman masyarakat serta kehidupan keagamaan yang tumbuh di tengah masyarakat menjadi bagian dari identitas daerah.
"Jadi, kita punya keragaman, punya identitas," tegas Rio.
Pemberdayaan Perempuan Tak Cukup dengan Program
Di hadapan Menteri PPPA, Bupati Rio menekankan bahwa pemberdayaan perempuan harus diarahkan pada penguatan kemandirian ekonomi.
Salah satu langkah yang tengah didorong Pemkab Situbondo adalah membuka peluang investasi yang dapat menciptakan lapangan pekerjaan bagi perempuan.
Pemkab bahkan tengah menjajaki peluang investasi pabrik sepatu yang diharapkan mampu menyerap tenaga kerja perempuan di Situbondo.
Bagi pemerintah daerah, membuka akses pekerjaan merupakan bagian penting dari upaya memperkuat daya ekonomi perempuan dan ketahanan keluarga.
Dengan demikian, pemberdayaan perempuan tidak hanya ditempatkan dalam kerangka perlindungan, tetapi juga sebagai bagian dari pembangunan ekonomi daerah.
Perlindungan Perempuan dan Anak Jadi Tanggung Jawab Bersama
Di sisi lain, Rio menegaskan komitmen Pemkab Situbondo untuk memperkuat perlindungan terhadap perempuan dan anak.
Ia menyebut pemerintah daerah terus berupaya merespons berbagai persoalan yang disampaikan masyarakat. Komunikasi langsung dengan warga menjadi salah satu cara untuk mengetahui persoalan yang terjadi sekaligus mencari langkah penanganannya.
"Semua harus bergerak untuk mengatakan bahwa perempuan dan anak harus terlindungi. Dan perempuan harus punya daya, upaya, harus didorong juga," kata Rio.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa perlindungan perempuan dan anak membutuhkan keterlibatan lintas sektor. Pemerintah, masyarakat, dunia usaha dan berbagai elemen sosial perlu bergerak dalam satu ekosistem perlindungan.
Kunjungan Menteri PPPA ke Situbondo diharapkan menjadi titik penguatan koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah. Berbagai masukan dan arahan dari Kementerian PPPA selanjutnya diharapkan dapat ditindaklanjuti melalui program yang lebih konkret di tingkat Kabupaten Situbondo.
Bupati Rio menegaskan Pemkab Situbondo siap memperkuat langkah tersebut demi membangun daerah yang semakin memberikan ruang bagi perempuan untuk berdaya sekaligus memastikan anak mendapatkan perlindungan.
Sebab, pembangunan daerah pada akhirnya bukan hanya soal pertumbuhan ekonomi dan infrastruktur, tetapi juga tentang sejauh mana pemerintah mampu memastikan perempuan memiliki kesempatan untuk mandiri dan anak-anak tumbuh dalam lingkungan yang aman dan terlindungi.
Bersumber dari Pemkab Situbondo
Redaksi




