Dalam forum tersebut, Yudi memaparkan persoalan kebebasan berserikat dan kesetaraan gender di lingkungan kerja Indofood Indonesia. Kedua isu ini menjadi bagian penting dalam pembahasan mengenai perlindungan hak pekerja, hubungan industrial yang demokratis, serta upaya menciptakan lingkungan kerja yang adil tanpa diskriminasi," ujarnya
Kehadiran Ketua SBMI dalam konferensi regional tersebut bukan sekadar partisipasi organisasi. Forum ini menjadi ruang strategis untuk membawa persoalan ketenagakerjaan di Indonesia ke tingkat Asia Pasifik, sekaligus memperluas dialog mengenai hak-hak dasar pekerja di tengah dinamika dunia industri.
Kebebasan berserikat merupakan hak fundamental pekerja. Hak tersebut tidak cukup hanya diakui secara formal, tetapi juga harus dihormati dan dilindungi dalam praktik hubungan kerja sehari-hari.
Pekerja harus memiliki ruang untuk membentuk maupun bergabung dengan serikat pekerja, menyampaikan aspirasi, serta memperjuangkan kepentingannya secara kolektif tanpa rasa takut terhadap tekanan ataupun perlakuan diskriminatif.
Dalam konteks hubungan industrial, keberadaan serikat pekerja memiliki peran penting sebagai penyeimbang kepentingan antara pekerja dan perusahaan. Dialog yang terbuka dan setara menjadi salah satu fondasi untuk mencegah konflik serta membangun hubungan kerja yang sehat.
Karena itu, pembahasan mengenai kebebasan berserikat dalam konferensi IUF Regional Asia Pasifik menjadi relevan. Tantangannya bukan berhenti pada pengakuan terhadap keberadaan serikat pekerja, melainkan memastikan hak tersebut benar-benar terlaksana di lingkungan kerja.
Selain kebebasan berserikat, kesetaraan gender menjadi isu penting yang diangkat dalam presentasi tersebut.
Dunia kerja yang adil menuntut setiap pekerja, baik perempuan maupun laki-laki, memperoleh kesempatan yang setara dalam pengembangan karier, peningkatan kompetensi, akses terhadap perlindungan kerja, serta partisipasi dalam pengambilan keputusan.
Kesetaraan gender juga perlu diwujudkan melalui kebijakan yang mencegah diskriminasi dan menjamin penghormatan terhadap martabat pekerja.
Prinsip tersebut menjadi semakin penting di sektor industri makanan dan minuman, yang melibatkan tenaga kerja dengan latar belakang serta kebutuhan yang beragam.
Namun, komitmen terhadap kesetaraan tidak boleh berhenti sebagai slogan. Implementasinya perlu tercermin dalam kebijakan perusahaan, mekanisme pengaduan yang efektif, perlindungan terhadap pekerja, serta kesempatan yang adil bagi seluruh karyawan.
Keterlibatan Yudi Supriyadi dalam konferensi IUF International of Food Regional Asia Pacific di Bangkok membuka ruang pertukaran perspektif mengenai tantangan gerakan buruh di kawasan Asia Pasifik.
Perbedaan kondisi ketenagakerjaan di setiap negara menjadikan forum regional penting untuk memperluas pemahaman, memperkuat solidaritas, dan membangun perhatian bersama terhadap perlindungan hak pekerja.
Bagi organisasi buruh, forum semacam ini juga menjadi momentum untuk memperkuat peran serikat pekerja sebagai representasi kepentingan karyawan, sekaligus mendorong perusahaan dan pemangku kepentingan agar menempatkan hak asasi pekerja sebagai bagian penting dari tata kelola industri.
Pada akhirnya, ukuran keberhasilan dari forum internasional bukan semata-mata kehadiran delegasi atau tersampaikannya presentasi. Hal yang lebih penting adalah sejauh mana gagasan yang dibahas dapat diterjemahkan menjadi perubahan nyata di tempat kerja.
Penghormatan terhadap kebebasan berserikat, terbukanya ruang dialog sosial, dan penerapan kesetaraan gender membutuhkan komitmen berkelanjutan dari serikat pekerja, perusahaan, serta pemerintah.
Melalui partisipasinya di Bangkok, Ketua SBMI Yudi Supriyadi membawa isu yang menyentuh kepentingan mendasar kaum buruh Indonesia: hak untuk bersuara, hak untuk berorganisasi, dan hak untuk memperoleh perlakuan yang adil.
Sebab, kemajuan industri semestinya tidak hanya diukur dari pertumbuhan usaha dan produktivitas, tetapi juga dari kemampuan menciptakan lingkungan kerja yang menghormati hak, menjamin kesetaraan, dan menjaga martabat setiap pekerja.
Reporter Catur Sujatmiko




