-->
  • Jelajahi

    Copyright © trilokanews
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan Atas 2

     


    Iklan Atas 1

     


    ATLET LUBUK LINGGAU ANGKAT SUARA: BONUS BELUM DITERIMA, KOMUNIKASI PEMKOT DIPERTANYAKAN

    trilokanews
    Minggu, November 01, 2026, 21.18 WIB Last Updated 2026-11-01T14:18:41Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

     


    “JANGAN SUDUTKAN KAMI, KAMI HANYA MENYAMPAIKAN FAKTA!”


    LUBUK LINGGAU - TRILOKANEWS, Di balik rasa bangga mengharumkan nama Kota Lubuk Linggau melalui prestasi olahraga, tersimpan kekecewaan seorang atlet yang berharap perjuangan dan pengorbanannya mendapatkan perhatian serta penghargaan yang layak dari pemerintah daerah.


    Melalui pernyataan terbukanya kepada masyarakat, atlet tersebut menyampaikan terima kasih mendalam kepada seluruh masyarakat Kota Lubuk Linggau, insan pers, serta semua pihak yang telah memberikan dukungan dan membela perjuangannya.


    “Saya sangat terharu atas dukungan kalian semua. Terima kasih kepada masyarakat Kota Lubuk Linggau yang telah bangga terhadap saya dan atlet-atlet lainnya. Terima kasih juga kepada media yang telah bersedia memberikan ruang untuk menyampaikan pengalaman saya. Semoga segala kebaikan dibalas Allah SWT dan dilipatgandakan pahalanya,” ungkapnya penuh haru.


    Namun, persoalan bonus atlet yang menjadi perhatian publik ternyata belum sepenuhnya menemukan titik terang.


    Ia menceritakan bahwa dirinya telah didatangi tim dari Wali Kota Lubuk Linggau. Dalam pertemuan tersebut, tim menyampaikan bahwa persoalan yang berkembang merupakan kesalahpahaman. Mereka juga menyampaikan permohonan maaf atas nama Wali Kota sekaligus memberikan penjelasan bahwa nominal bonus tidak dapat ditambah karena keterbatasan anggaran.


    Tim tersebut juga menjelaskan bahwa pesan WhatsApp yang sebelumnya menjadi sorotan memang berasal dari Wali Kota, tetapi menurut penjelasan mereka, isi pesan itu bukan ditujukan kepada dirinya, melainkan merupakan bentuk gurauan atau candaan antara Wali Kota dan penerima pesan.


    Meski telah menerima penjelasan tersebut, sang atlet menegaskan tidak ingin persoalan ini diklarifikasi hanya dari satu pihak.


    “Saya tidak mau klarifikasi hanya sepihak. Di sini saya hanya menyampaikan kembali apa yang dijelaskan tim Wali Kota kepada saya. Masyarakat juga berhak mengetahui persoalan ini secara utuh,” tegasnya.


    **BONUS DISEBUT SUDAH DISERAHKAN, TETAPI ATLET MENGAKU BELUM MENERIMA SEPESER PUN**


    Persoalan yang paling disorot justru menyangkut informasi mengenai penyerahan bonus atlet.


    Menurut pengakuan atlet tersebut, bonus yang diberitakan telah diserahkan ternyata sampai saat ini belum diterimanya secara langsung. Ia menyebut kegiatan sebelumnya hanya sebatas penyerahan simbolis.


    Karena itu, ia mempertanyakan pernyataan Media Diskominfo Lubuk Linggau yang menyebut bonus telah diserahkan.


    “Kalau memang sudah diserahkan, mengapa kenyataannya kami belum menerima sepeser pun? Kemarin hanya simbolis. Inilah yang menjadi pertanyaan besar bagi saya. Mengapa informasi yang disampaikan seolah-olah bonus sudah diterima, sementara kenyataannya belum?” keluhnya.


    Ia juga menyayangkan apabila penyampaian fakta dari seorang atlet justru terkesan membuat dirinya disudutkan. Menurutnya, atlet bukan sedang mencari sensasi ataupun menjatuhkan pihak mana pun, melainkan ingin menyampaikan kondisi yang dialami secara terbuka.


    **JANGAN HANYA SIMBOLIS, HARGAI PERJUANGAN ATLET DENGAN KEPASTIAN**


    Persoalan ini seharusnya menjadi bahan evaluasi bersama. Bonus atlet bukan sekadar angka atau seremoni penyerahan penghargaan. Di balik setiap medali dan prestasi, terdapat latihan panjang, pengorbanan waktu, tenaga, biaya, bahkan kesempatan bersama keluarga.


    Pemerintah daerah tentu memiliki kewenangan dalam mengatur anggaran sesuai kemampuan keuangan daerah. Namun, keterbatasan anggaran juga perlu disampaikan secara terbuka, disertai kepastian mengenai besaran bonus, mekanisme pencairan, serta jadwal pembayaran kepada para atlet.


    Jangan sampai atlet hanya mendapatkan tepuk tangan saat mengharumkan nama daerah, tetapi harus menunggu tanpa kepastian ketika hak penghargaan yang dijanjikan belum diterima.


    **TRILOKANEWS: PEMKOT PERLU MEMBERIKAN PENJELASAN TERBUKA**


    Untuk menjaga transparansi dan menghindari kesalahpahaman berkepanjangan, Pemerintah Kota Lubuk Linggau, khususnya Wali Kota dan Diskominfo, perlu memberikan penjelasan resmi:

    1. Apakah bonus atlet sudah benar-benar dicairkan atau baru diserahkan secara simbolis...?
    2. Jika belum dicairkan, apa kendala dan kapan kepastian pembayarannya...?
    3. Apakah seluruh atlet telah menerima informasi resmi mengenai nominal dan jadwal pencairan...?
    4. Mengapa informasi penyerahan bonus disampaikan seolah-olah atlet sudah menerima pembayaran....?


    Klarifikasi dari seluruh pihak penting, agar masyarakat memperoleh informasi yang utuh, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan.


    Pada akhirnya, suara seorang atlet ini bukan semata-mata persoalan uang. Ini tentang penghargaan, keterbukaan informasi, komunikasi pemerintah, dan penghormatan terhadap perjuangan putra-putri daerah.


    **Atlet tidak meminta dipuja. Mereka hanya ingin perjuangannya dihargai, perkataan pemerintah memiliki kepastian, dan fakta di lapangan tidak ditutupi oleh seremoni.** (A_01).

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini