Kabupaten Bekasi Triloka news – Warga Kampung Kobak Ceper, RT 06, 07, dan 08, Desa Karangharja, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, hingga Sabtu (24/1/2026) masih terdampak banjir yang telah berlangsung selama empat hari. Kondisi ini menyebabkan aktivitas warga terhenti dan berdampak langsung pada pemenuhan kebutuhan dasar sehari-hari.
Salah satu perwakilan warga, Tori, menyampaikan permohonan bantuan kepada Pemerintah Kabupaten Bekasi, instansi terkait, Dinas Sosial, BAZNAS Kabupaten Bekasi, serta para donatur agar dapat membantu warga yang terdampak bencana banjir.
Menurut Tori, banjir terjadi akibat tingginya curah hujan yang mengguyur wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir, sehingga air menggenangi permukiman warga dan hingga saat ini belum sepenuhnya surut. Ketinggian air diperkirakan mencapai sekitar 50 sentimeter.
Akibat kondisi tersebut, sebagian warga terpaksa mengungsi ke area tanggul irigasi dengan menumpang di rumah kerabat yang tinggal di bantaran tanggul. Selama banjir berlangsung, warga kesulitan beraktivitas dan tidak dapat mencari nafkah seperti biasa.
“Selama empat hari ini kami dan warga lainnya tidak dapat beraktivitas maupun mencari nafkah karena lingkungan tempat tinggal masih tergenang banjir. Kami sangat berharap adanya bantuan dari pemerintah daerah, instansi terkait, maupun para donatur, terutama bantuan bahan makanan dan kebutuhan pokok lainnya,” ujar Tori.
Ia menambahkan, bantuan yang dibutuhkan warga tidak hanya terbatas pada bahan pangan, tetapi juga bantuan lain yang dapat menunjang kebutuhan warga selama masa tanggap darurat banjir.
Warga Kampung Kobak Ceper berharap adanya perhatian dan respons cepat dari Pemerintah Kabupaten Bekasi serta pihak terkait agar bantuan kemanusiaan dapat segera disalurkan dan kondisi warga terdampak banjir dapat segera tertangani dengan baik.



