masukkan script iklan disini
trilokanews.com - Ketua Baznas Kabupaten Bekasi, Aminnulloh memaparkan capaian pengumpulan zakat fitrah Tahun 2025 yang berhasil mencapai Rp2.097.464.000, dengan sumber penghimpunan berasal dari perangkat dinas (PD), sekolah melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ), serta dukungan sektor swasta dan masyarakat umum.
Capaian tersebut, menurutnya, menjadi fondasi kuat untuk meningkatkan target penghimpunan pada Tahun 2026 agar manfaat zakat dapat dirasakan lebih luas oleh mustahik di berbagai wilayah Kabupaten Bekasi.
“Tahun lalu kami mengumpulkan Rp2.097.464.000, dan tahun 2026 ini kami menargetkan peningkatan menjadi Rp3.030.000.000,” ungkapnya kepada bekasikab.go.id pada Sabtu (21/02/2026).
Ia menjelaskan bahwa strategi pencapaian target dilakukan dengan memperkuat peran bendahara dinas sebagai UPZ, mengoptimalkan UPZ sekolah, serta memperluas kolaborasi dengan perusahaan dan sektor swasta yang telah menjalin kerja sama. Langkah tersebut diharapkan mampu memperluas jangkauan pengumpulan zakat fitrah sehingga proses penghimpunan dapat berjalan lebih sistematis, transparan, dan akuntabel.
“Pengumpulan di dinas melalui bendahara yang menjadi UPZ, di sekolah melalui UPZ sekolah dan korwil, serta dari swasta dan masyarakat umum,” terangnya.
Selain penguatan jejaring UPZ, Baznas Kabupaten Bekasi juga membuka delapan titik konter layanan di sejumlah lokasi strategis untuk memudahkan masyarakat dalam menunaikan zakat fitrah.
Konter layanan tersebut ditempatkan di Aeon Mall Deltamas, Masjid Pemda, BAZNAS Microfinance Desa (BMD) Cibitung, sejumlah perusahaan, perguruan tinggi, serta Mall Pelayanan Publik (MPP) Cikarang yang memiliki tingkat kunjungan masyarakat cukup tinggi.
“Setiap konter dijaga dua petugas dari mahasiswa penerima beasiswa Baznas yang telah kami latih agar pelayanan berjalan profesional,” ujarnya.
Aminnulloh menambahkan bahwa pihaknya juga akan menggelar sosialisasi kepada seluruh UPZ dari dinas, sekolah, yayasan, hingga perusahaan guna menyamakan persepsi terkait mekanisme pengumpulan dan pelaporan zakat fitrah.
“Kami akan mengundang seluruh UPZ untuk sosialisasi agar pengumpulan zakat fitrah tahun ini lebih optimal dan terkoordinasi,” katanya.
Dalam aspek pendistribusian, ia menyebutkan bahwa tahun sebelumnya zakat fitrah telah disalurkan ke 46 titik desa secara bergilir sebagai bentuk pemerataan manfaat di seluruh wilayah Kabupaten Bekasi.
“Tahun ini kami targetkan minimal 50 titik penyaluran dan memprioritaskan wilayah terdampak banjir di sekitar 14 kecamatan, serta kami imbau masyarakat yang merasa keberatan dengan nominal uang dapat menunaikan zakat dengan beras 2,5 kilogram sesuai fiqh, dan bagi masjid atau lembaga agar segera membentuk UPZ resmi sesuai Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 demi pengelolaan zakat yang profesional dan memiliki legalitas yang jelas,” pungkasnya. (Redaksi)
REPORTER: TATA JAELANI





