masukkan script iklan disini
trilokanews.com - Kabupaten Bekasi - Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan ) kabupaten Bekasi Bidang Pemukiman Gencar dalam pembangunan Infrastruktur di kawasan pemukiman dan perumahan akan tetapi anggaran DPA menurun drastis.
Saat di wawancarai awak media triloka news kepala bidang pemukiman Toni sekaligus PLT Sekretaris dinas (Sekdin) terkait Dokumen Pelaksanaan anggaran (DPA) anggaran Bidang Pemukiman " kabid Toni mengatakan seperti biasa tiap tahunya ada kegiatan Program Kumuh , ada rutilahu, dan Spaldes ada beberapa unit saja dan ada Infrastruktur yang di pemukiman itu memang rumahnya masih nginduk dengan PSU dan Infrastruktur di perumahan itu bidang nya PSU itu kebijakan pimpinan . Ujarnya.
Sekarang tahun ini Spaldes adanya di Dinas Cipta karya nah kalau yang di kawasan kumuh itu multi karna kekumuhan itu ada tujuh Indikator Plus 1 .didalamnya kita keteraturan bangunan yaitu Rutilahu dan infrastruktur di dalamnya Drainase , perbaikan jalan dan spaldes itu bisa di kelola di sinin( Tarkim ) dan juga ada bagian persampahan kita bisa bikin TPST , kemudian kita bisa bikin taman RTH bekerjasama dengan bidang PSU kemudian pemadam yakni kita kasih Alat Pemadam Api Ringan (APAR) kepada masyarakat memalu RT nanti jika ada kebakaran ringan masyarakat bisa pakai tabung di RT yang di berikan tarkim di kawasan kumuh dan ini baru berjalan tahun ini 2026. Karna perbupnya baru tahun ini dan sudah berkordinasi dengan dinas Bapeda bahwasanya untuk bagian kumuh harus di bidang pemukiman supaya terpokus," Ujarnya
Dan air minum juga kita di pemukiman tahun ini di bidang kita pemukiman yang harusnya di dinas PUPR dia juga punya program sama bedanya kita dinl pemukiman kumuh .dan semoga aspek ini terpenuhi di tahun ini karna masih 490 ,3 H yang masuk kawasan kumuh . Kalau di atas 20 hektar itu masih kewebagan kementrian dan kewenagan kita 10 hektar jadi jika desa masih ada pemukiman kumuh luas 10 hektar itu bidang kita yang menagani jika di atas 24 hektar itu kewnagan kementrian .
Dan DPA kita tahun 2025 150 Milyar di serap program splades , Infrastruktur dan DPA 2026 cuman 18 milyar karna lagi pemangkasan anggaran dan kita maksimalkan mungkin agar terjangkau dan Infrastruktur untuk setiap desa sekarang menurun dari 4 atau 3 kegiatan hanya satu kegiatan satu desa menurun karna efesiensi anggaran itu juga tergantung keperluan dan prioritas ( Mariam)





