masukkan script iklan disini
trilokanews.com - Situbondo - Pemerintah Desa (Pemdes) Paowan bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Paowan, Kecamatan Panarukan menggelar rapat koordinasi dan klarifikasi tentang viralnya pemberitaan di beberapa media online yang telah memposting di media sosial (Facebook) yang menyangkakan atau menuduh dengan mempublish “Sapi Raib” pada usaha ternak sapi yang dikelola oleh BUMDes Berjaya Desa Paowan. Bertempat di Balai Desa Paowan, Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, Rabu (15/04/2026) sore.
Acara rapat tersebut berjalan lancar dan penuh khidmat yang dihadiri oleh Camat Panarukan bersama jajarannya, Direktur dan Pengurus BUMDes Berjaya Desa Paowan, Ketua BPD Paowan bersama Anggotanya, Ketua RT setempat serta tokoh masyarakat Desa Paowan.
Direktur BUMDes Berjaya Desa Paowan Ferdian Rizki Ardiansyah saat diwawancarai sejumlah wartawan mengatakan, bahwa terkait isu miring dan informasi tuduhan tak mendasar serta pemberitaan media online tak berimbang sesuai fakta pemberitaannya yang lagi viral di berbagai grup WhatsApp dan kalangan masyarakat.
Pihaknya menegaskan, bahwa tidak ada sapi yang hilang sebagaimana isu dan pemberitaan yang beredar, melainkan seluruh sapi telah dijual sesuai dengan mekanisme dan kesepakatan bersama pengawas dan Pemdes Paowan.
“ Pada hari Kamis dua ekor sapi dijual, kemudian pada hari Sabtu tiga ekor sapi kembali dijual. Sehingga pada Sabtu siang tampak kandang sapi yang dikelola oleh BUMDes Berjaya Desa Paowan memang sudah dalam kondisi kosong, ”jelas Ferdian.
Lebih lanjut, Ferdian Rizki Ardiansyah menerangkan, bahwa proses penjualan sapi tersebut telah sesuai dengan prosedur hasil Musyawarah Desa (Musdes). Sapi mulai masuk kandang pada 4 Oktober 2025 dan sudah sesuai ketentuan, masa penggemukan berlangsung selama enam bulan hingga 4 April 2026. Oleh karena itu, penjualan sapi tersebut dilakukan dengan tepat waktu sebagai bagian dari siklus usaha.
Kemudian, terkait lokasi kandang, Ferdian menjelaskan, bahwa lahan yang digunakan bukanlah lahan baru, melainkan lahan lama yang sebelumnya juga difungsikan sebagai kandang sapi. Renovasi yang dilakukan itu telah tercantum dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan dapat dipertanggungjawabkan. Dari sisi keamanan, pengelola melibatkan warga sekitar serta memasang kamera pengawas (CCTV).
“ Jadi tudingan sapi raib itu tidak benar. Sapi dijual secara sah. Dari dana hasil penjualan, setelah dievaluasi melalui Musdes, akan digunakan untuk membeli sapi baru, sekaligus mengkaji apakah masa penggemukan selanjutnya akan diperpanjang, ”jelas Ferdian.
Sementara itu, Kepala Desa Paowan, Surya Dharma saat diwawancarai sejumlah wartawan terkait tudingan isu miring BUMDes Berjaya Desa Paowan menerangkan, bahwa seluruh kegiatan usaha desa telah dijalankan sesuai dengan regulasi dan SOP serta keputusan bersama melalui Musdessus bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Paowan. Jadi dalam pengelolaan usaha ternak sapi yang dikelola oleh BUMDes Berjaya Desa Paowan merupakan bagian dari upaya menjaga keberlanjutan usaha milik desa.
Menurutnya, pihak pemerintah desa menilai istilah “Sapi Raib” yang beredar di media sosial tidak tepat dan berpotensi menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat. Pasalnya, sapi-sapi tersebut tidak hilang, melainkan telah dijual secara prosedural setiap enam bulan sekali sebagai bagian dari sistem perputaran usaha BUMDes.
" Proses penjualan sapi itu dilakukan secara terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan, bahkan dilengkapi dengan bukti pendukung, termasuk rekaman CCTV saat sapi diambil dan dijual kepada pedagang, " terangnya.
Kata dia, atas beredarnya informasi dan pemberitaan yang tidak sesuai fakta, pemerintah desa menyampaikan klarifikasi agar masyarakat memperoleh pemahaman yang utuh dan tidak mudah terpengaruh oleh kabar dan informasi yang belum jelas kebenarannya.
" Kami selaku kepala desa juga mengimbau masyarakat untuk lebih teliti terlebih dahulu serta melakukan konfirmasi sebelum menyebarkan berita dan menginformasikan tidak sesuai fakta, "kata mantan BPD itu.
Ke depan, pemerintah desa dan BUMDes Berjaya Desa Paowan berkomitmen untuk terus meningkatkan edukasi dan transparansi dalam pengelolaan usaha desa. Pemerintah desa berharap pihak - pihak yang telah menyebarkan informasi tidak benar dapat menyadari kekeliruannya dan melakukan klarifikasi, serta menghapus pemberitaan yang tidak sesuai dengan fakta.
“ Dengan semangat kebersamaan, kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga kondusifitas desa, memperbaiki komunikasi dan membangun kepercayaan demi kemajuan Desa Paowan, ”pungkasnya. (Bro)





