masukkan script iklan disini
trilokanews.com - SITUBONDO - Komandan Kodim (Dandim) 0823 Situbondo, Letkol Inf Ferry Ardian menggelar kegiatan ngopi bareng bersama insan pers, alumni wartawan, serta sejumlah aktivis LSM di Kabupaten Situbondo, Jumat (30/5/2026). Dalam suasana santai namun penuh makna, berbagai isu pembangunan daerah dibahas, salah satunya terkait progres pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
Dalam kesempatan tersebut, Dandim menjelaskan bahwa hingga saat ini belum ada KDKMP yang beroperasi di wilayah Situbondo. Namun, progres pembangunan terus berjalan sesuai target yang ditetapkan pemerintah pusat.
"Per tanggal 30 Mei 2026, Kabupaten Situbondo telah melaksanakan pembangunan 67 titik KDKMP. Dari jumlah tersebut, 34 titik sudah terbangun 100 persen, sementara 33 titik lainnya masih dalam proses pembangunan," jelasnya.
Menurutnya, Situbondo mendapat target pembangunan sebanyak 74 titik KDKMP yang direncanakan akan diluncurkan secara nasional oleh Presiden Republik Indonesia pada Agustus 2026 mendatang.
"Artinya, masih ada kekurangan tujuh titik lagi yang harus kita optimalkan dalam sisa waktu sekitar dua bulan ke depan agar target tersebut dapat tercapai," ujarnya.
Meski demikian, pembangunan KDKMP di Situbondo masih menghadapi sejumlah kendala di lapangan. Salah satu persoalan utama adalah keterbatasan lahan yang dapat digunakan untuk pembangunan koperasi.
Dandim mengungkapkan bahwa sebagian besar tanah kas desa di Situbondo berada di kawasan Lahan Sawah Dilindungi (LSD), sehingga proses pemanfaatannya memerlukan mekanisme alih fungsi lahan yang cukup panjang dan harus mendapat persetujuan hingga tingkat kementerian.
"Selain terdapat sekitar 28 titik yang berada di lahan sawah dilindungi, ada pula sekitar 40 desa yang belum memiliki tanah kas desa. Ini menjadi tantangan tersendiri yang membutuhkan kolaborasi seluruh stakeholder," katanya.
Ia menambahkan, beberapa desa di Situbondo memiliki kondisi unik, di mana tanah kas desa berada di wilayah administrasi desa lain. Kondisi tersebut membutuhkan solusi bersama, termasuk kemungkinan skema tukar guling lahan.
"Contohnya di wilayah Kapongan, ada tanah kas desa yang lokasinya berada di sepanjang jalan utama, sementara desanya sendiri berada cukup jauh di bagian dalam. Ini tentu memerlukan solusi yang tepat dan perlu dibahas bersama," terangnya.
Untuk wilayah kelurahan, Dandim menyebut sudah ada dua kelurahan yang lahannya siap dan proses pembangunannya berjalan, sementara dua kelurahan lainnya masih dalam tahap pencarian lahan.
Di hadapan para wartawan dan aktivis LSM, Dandim juga menegaskan bahwa Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih merupakan program strategis yang bertujuan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat desa.
"Koperasi ini dibangun untuk meningkatkan perekonomian rakyat. Karena pada dasarnya koperasi adalah dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Seluruh masyarakat desa menjadi bagian dari koperasi tersebut," tegasnya.
Melalui forum ngopi bareng tersebut, Dandim berharap seluruh elemen masyarakat, pemerintah daerah, pemerintah desa, media, dan organisasi kemasyarakatan dapat bersinergi mendukung percepatan pembangunan KDKMP demi terwujudnya kesejahteraan masyarakat Situbondo.
(Ba'im)




