-->
  • Jelajahi

    Copyright © trilokanews
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan Atas 2

     


    Iklan Atas 1

    8000 Rumah Warga Rusak Berat Akibat Banjir Bandang Badai Cuaca Ekstrem, Puluhan Desa dan 8 Kecamatan di Situbondo Porak Poranda

    trilokanews
    Minggu, Maret 08, 2026, 21.22 WIB Last Updated 2026-03-08T14:24:14Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

    trilokanews.com - Situbondo - Wilayah Situbondo diguyur hujan deras dan angin kencang sejak Sabtu sore hingga malam. Akibatnya puluhan Desa di 8 Kecamatan, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, terendam banjir bandang akibat luapan sungai maupun genangan air hujan serta diterjang ganasnya angin puting beliung yang juga mengakibatkan puluhan atap rumah warga melayang hingga mencapai radius 200 meter ke lokasi lainnya, Sabtu (07/08/2026) malam.

    Pantauan wartawan trilokanews.com dilapangan, dari titik banjir di Jalur Pantura Klatakan dan Kampung Blekok, Desa Klatakan, Kecamatan Kendit menjadi sasaran, Desa Bungatan Kecamatan Bungatan, Desa Mlandingan Kulon, Kecamatan Mlandingan, Desa Lubawang dan Desa Kalianget, Kecamatan Banyuglugur, Desa Besuki Kecamatan Besuki, Kabupaten Situbondo.

    Keterangan yang disampaikan oleh Camat Besuki, Yakup Alex Susanto mengatakan, rumah-rumah penduduk terendam banjir akibat luapan Kali Pasian, diantaranya Desa Pesisir, Besuki, Langkap, Bloro dan Jetis Kecamatan Besuki, Kabupaten Situbondo. 


    “ Menurut laporan kepala desa rata-rata ketinggian banjir yang masuk ke rumah penduduk 40 hingga 50 centi meter. Di Desa Jetis 7 hewan ternak kambing hanyut terbawa arus banjir, ”ujar Camat Besuki.

    Lebih lanjut, Yakup mengatakan, untuk Desa Pesisir banyak atap yang beterbangan akibat angin puting beliung dan Alhamdulillah tidak ada korban jiwa maupun luka akibat peristiwa tersebut.

    Sementara menurut Camat Kendit, Zulkarnain Amrullah saat dikonfirmasi mengatakan, bahwa banjir kali ini meluas, di Dusun Kalompangan warga malam itu sebanyak 7 Kepala Keluarga 20 Jiwa diungsikan ke Dusun Krajan Desa Kendit, untuk di Lapangan dan Masjid Desa Kendit rumah rumah warga terendam air.

    Sedangkan yang terparah di Dusun Pesisir Timur, Desa Klatakan, ketinggian air mencapai 1,5 meter dan terjadi beberapa pohon tumbang yang menimpa rumah-rumah warga. 

    “ Dalam peristiwa ini tidak ada laporan tentang korban jiwa dan luka-luka. Saya berharap ada normalisasi sungai di Desa Kendit agar tidak terulang banjir ini, ”ujar Alung panggilan akrabnya Camat Kendit ini.

    Sementara di Desa Mlandingan Kulon, Kecamatan Mlandingan, puluhan rumah juga terendam banjir akibat dua sungai meluap setinggi lutut orang dewasa. Desa ini sudah menjadi langganan banjir setiap hujan deras.

    Sementara itu, Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo menanggapi musibah tersebut langsung menginstruksikan kepada BPBD Situbondo untuk segera melakukan pendataan rumah yang terdampak banjir, Kadinsos untuk persiapan dapur bencana untuk sahur di Kecamatan Besuki dan SPPG, pagi masak untuk anak-anak, ibu atau yang tidak puasa dan didistribusikan jam 10 hingga 11 pagi.

    Selanjutnya, kata Mas Rio, Dinas Lingkungan Hidup berkirim surat ke Kodim untuk minta bantuan bersih-bersih di lokasi bencana. 

    “ DPUPP penanganan jalan dan Ponkesdes Kayumas, di Desa Patemon fokus ke penanganan warga terisolir, Kalianget dan Besuki. Untuk logistik gunakan uang CSR, Tagana Dinsos bungkus dan distribusi dibantu Kecamatan dan Satpol PP Pemkab Situbondo, ”ujarnya.

    Kemudian BTT, sambung Mas Rio, bisa langsung dicairkan oleh BKAD, Puskesmas dan Rumah Sakit harus turun ke lapangan untuk membantu dan mengurus masyarakat korban bencana banjir yang sakit. 

    “ Koordinasi via zoom bersama Camat di ruang Intellegence Room. Lalu bergerak ke lokasi berbasis data, ”tegas Bupati Situbondo. (Bro)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini