-->
  • Jelajahi

    Copyright © trilokanews
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan Atas 2

     



    Iklan Atas 1

     


    Warga Desa Sarimukti Keluhkan Bansos Dipotong Oknum Pegawai Perangkat Desa

    trilokanews
    Sabtu, Maret 28, 2026, 17.43 WIB Last Updated 2026-03-28T10:48:41Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

     

    trilokanews.com - Kabupaten Bekasi - Warga Desa Sarimukti, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi, mengeluhkan adanya dugaan praktik pemotongan bantuan sosial (bansos) dari pemerintah yang disalurkan ke desa. Bantuan yang seharusnya diterima secara utuh oleh masyarakat, disebut-sebut justru dipotong oleh oknum pegawai desa dengan nominal yang bervariasi.


    Salah satu warga berinisial SN mengungkapkan kepada awak media melalui WhatsApp messenger ia mengatakan, pemotongan tersebut terjadi saat bantuan diambil di kantor desa. Ia menuturkan, saat itu dirinya sedang berada di rumah sakit sehingga pengambilan bantuan diwakilkan oleh istrinya.


    “Awalnya saya sedang di rumah sakit, kemudian istri saya mengambil uang sebesar Rp1.350.000 di Kantor Desa Sarimukti. Setelah menerima bantuan, uang tersebut dipotong oleh oknum pegawai desa sebesar Rp150.000. Setiap mendapatkan bantuan selalu dipotong,” ujar SN kepada awak media.


    SN mengaku praktik tersebut bukan kali pertama terjadi. Ia menyebut pemotongan bansos sudah berlangsung beberapa kali dengan nominal yang berbeda-beda.


    “Kalau dulu dipotong Rp50 ribu sampai Rp100 ribu, sekarang bisa sampai Rp150 ribu. Semua dipotong tergantung bantuan yang diterima, seolah sudah ada patokan,” tambahnya.


    Lebih lanjut, SN mengatakan dirinya sempat mempertanyakan langsung kepada Kepala Desa Sarimukti terkait dugaan pemotongan tersebut. Ia menanyakan apakah pemotongan itu merupakan inisiatif pribadi oknum atau ada pihak lain yang terlibat.


    “Saya sempat tanya ke kepala desa, ini bagaimana pegawainya selalu memotong bansos, apakah inisiatif sendiri atau ada jatah dari atas. Kemudian Bu Lurah menjawab nanti datang ke rumah bersama istri dan yang bersangkutan,” jelasnya.


    Oke Bu lurah saya menghadap, tapi izin boleh merekam Bu lurah terkait dengan kasus ini, kemudian Bu lurah menjawab jangan direkam, buat apa kamu merekam-rekam seperti itu dia bilang (kepala Desa) SN mengaku tidak diperkenankan untuk merekam percakapan tersebut.


    “Saya izin untuk merekam, tapi Bu Lurah bilang jangan direkam, untuk apa merekam seperti itu,” ungkapnya.


    Sementara itu, awak media telah berupaya melakukan konfirmasi kepada Kepala Desa Sarimukti terkait dugaan tersebut melalui pesan WhatsApp. Namun hingga berita ini diturunkan, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan. ( Catur Sujatmiko)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini