-->
  • Jelajahi

    Copyright © trilokanews
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan Atas 2

     


    Iklan Atas 1

    Polres Musi Rawas Bergerak..!!, Jembatan Dam Impres Direvitalisasi Dukung Program Kapolda Sumsel

    trilokanews
    Rabu, April 22, 2026, 19.13 WIB Last Updated 2026-04-22T12:17:15Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini


    Trilokanews -  Polres Musi Rawas, Infrastruktur yang memadai memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas ekonomi dan pendidikan masyarakat. Menyadari hal tersebut, Polres Musi Rawas melakukan revitalisasi Jembatan Dam Impres melalui Program BELIDA (Bersih Lingkungan dan Asri).


    Kegiatan ini merupakan tindak lanjut atas arahan Sandi Nugroho, yang saat ini menjabat sebagai Kapolda Sumatera Selatan. Arahan tersebut kemudian diimplementasikan oleh Kapolres Musi Rawas, Agung Adhitya Prananta, sebagai bentuk dukungan terhadap Program ASRI yang diinisiasi oleh pemerintah.


    Kapolres Musi Rawas menegaskan bahwa kehadiran Polri tidak hanya berfokus pada tugas menjaga keamanan, tetapi juga berperan aktif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan infrastruktur.


    Revitalisasi dilakukan pada Jembatan Dam Impres yang terletak di Desa Air Satan. Jembatan ini merupakan akses vital yang menghubungkan beberapa wilayah, seperti Desa Air Satan, Desa Air Lesing, Desa Ketuan Jaya, hingga Kecamatan Tugumulyo.


    Sebelum diperbaiki, kondisi jembatan sangat memprihatinkan. Kerusakan terlihat pada tiang penyangga, hilangnya besi pembatas, serta korosi yang membahayakan pengguna jalan. Bahkan, kondisi tersebut sempat menyebabkan kecelakaan.


    Kepala Dusun IV Desa Air Satan, Anton, mengungkapkan bahwa pernah terjadi insiden seorang santri yang terjatuh ke bawah dam akibat rem kendaraan tidak berfungsi saat melintasi jembatan yang rusak.


    Proses revitalisasi berlangsung selama dua minggu dan dilakukan secara sistematis melalui enam tahapan utama : 

    • Tahap I (6 April 2026): Pengecekan kerusakan, pembersihan area, serta pembongkaran bagian jembatan yang tidak layak.
    • Tahap II (8 April 2026): Penguatan struktur dengan pemasangan tulangan tiang cor, pengelasan, serta pengecatan dasar.
    • Tahap III (10 April 2026): Pengecoran tiang dan pengelasan besi utama untuk meningkatkan stabilitas.
    • Tahap IV (12 April 2026): Pengecatan ulang seluruh badan jembatan untuk perlindungan dan estetika.
    • Tahap V (15 April 2026): Penambahan pagar pembatas berbahan pipa besi untuk meningkatkan keselamatan.
    • Tahap VI (18 April 2026): Finishing berupa pengecatan akhir pada pagar pembatas.


    “ Revitalisasi ini menjadi bukti nyata bahwa Polri hadir tidak hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai mitra dalam pembangunan masyarakat, ” ujar AKBP Agung Adhitya Prananta, S.H., S.I.K., M.H.


    Dengan selesainya revitalisasi tersebut, diharapkan akses terhadap pendidikan, distribusi hasil pertanian, serta berbagai aktivitas ekonomi masyarakat dapat kembali berjalan dengan lancar. Konektivitas wilayah yang semakin baik diyakini akan mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan. (Guntur)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini