masukkan script iklan disini
trilokanews.com - Kabupaten Bekasi - Pemerintah Kabupaten Bekasi mulai mengintensifkan upaya optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan menggelar rapat persiapan penertiban pajak air tanah yang berlangsung di Ruang Rapat KH. Mamun Nawawi, Gedung Bupati Bekasi, Jumat (29/05/2026).
Rapat yang dipimpin langsung oleh Plt Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, menjadi momentum penting dalam membangun sinergi lintas sektor untuk menggali potensi pendapatan daerah yang selama ini dinilai belum tergarap secara maksimal.
Hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi H. Endin Samsudin, Kepala Bapenda Kabupaten Bekasi Iwan Ridwan, Kasatpol PP, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, LSM, insan media, mahasiswa, hingga kalangan akademisi. Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan komitmen bersama dalam mendukung peningkatan pendapatan daerah demi keberlanjutan pembangunan Kabupaten Bekasi.
Dalam sambutannya, dr. Asep Surya Atmaja menegaskan bahwa keberhasilan optimalisasi PAD tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat.
“Pemerintah Kabupaten Bekasi ini tidak ada yang superman, tetapi yang ingin kita bangun adalah super team. Karena itu kami melibatkan seluruh unsur pentahelix mulai dari pemerintah, akademisi, mahasiswa, media, ormas hingga tokoh masyarakat untuk bersama-sama mengoptimalkan potensi daerah,” tegasnya.
Menurutnya, Kabupaten Bekasi memiliki potensi PAD yang sangat besar, terutama dari sektor pajak air tanah. Dengan ribuan perusahaan yang beroperasi di wilayah tersebut, potensi penerimaan daerah masih dapat ditingkatkan melalui pengawasan yang lebih efektif dan kepatuhan wajib pajak.
Ia menjelaskan, langkah penertiban pajak air tanah menjadi semakin penting di tengah kondisi ekonomi yang dinamis serta adanya penyesuaian anggaran dari pemerintah pusat yang berdampak pada keuangan daerah.
“Melalui penggalian potensi pendapatan asli daerah ini, kami berharap Kabupaten Bekasi tetap stabil, mampu menjaga pembangunan yang berkelanjutan, dan terus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Selain sektor pajak air tanah, Pemerintah Kabupaten Bekasi juga berkomitmen mengoptimalkan sumber PAD lainnya, seperti Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) serta Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Upaya tersebut akan dilakukan melalui penguatan sinergi antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat.
Pemkab Bekasi meyakini bahwa keterlibatan seluruh elemen pentahelix akan menjadi kunci dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
“Tujuannya adalah bagaimana seluruh elemen bisa bersama-sama menyuarakan dan menjalankan kewajiban demi kesejahteraan masyarakat Kabupaten Bekasi serta mewujudkan Bekasi bangkit, maju, dan sejahtera,” pungkas dr. Asep Surya Atmaja.
Dengan langkah strategis ini, Pemerintah Kabupaten Bekasi berharap potensi PAD yang selama ini belum tergali dapat dimaksimalkan, sehingga mampu menjadi motor penggerak pembangunan daerah dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.( Catur Sujatmiko)




