trilokanews.com - Kabupaten Bekasi - Forum Wartawan Jaya Indonesia (FWJI) Korwil Kabupaten Bekasi menyoroti minimnya atau kurangnya perhatian pemerintah terhadap kelengkapan buku dan sarana baca di perpustakaan daerah. Padahal, minat baca masyarakat Bekasi disebut FWJI terus meningkat seiring banyaknya mahasiswa dan pelajar bahkan anak sekolah SD yang datang ke perpus . 26/ 06/2026
"Kami berharap pemerintah benar-benar memperhatikan buku perpus dan kelengkapan baca. Jangan sampai gedungnya megah, AC-nya dingin, tapi bukunya kosong atau edisinya tahun 2000-an," ucap Ketua FWJI Korwil Kab Bekasi, Mariam, saat dihubungi Triloka News, Rabu 25/6/2026.
Menurut Mariam, perpustakaan bukan hanya simbol, tapi ruang tumbuh literasi warga. Di tengah gempuran gadget dan hoaks, keberadaan buku fisik + ruang baca nyaman jadi benteng terakhir.
"Anak sekolah, mahasiswa, sampai emak-emak UMKM butuh referensi. Kalau bukunya terbatas, kelengkapannya kurang, ya sama aja bohong. Mereka ujung-ujungnya ke Google yang belum tentu valid," ujarnya.
FWJI juga menyoroti anggaran Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpus) Kab Bekasi. Mariam berharap anggaran pembelian buku, e-book, dan kelengkapan baca seperti meja, lampu baca, hingga wifi gratis benar-benar dialokasikan maksimal.
"Jangan sampai anggarannya habis buat renovasi gedung doang. Buku baru, majalah, koran, sama komputer buat akses e-book itu wajib. DPRD Komisi IV yang mitra Disarpus harus awasi," tegasnya.
FWJI mendesak Pemkab Bekasi melalui Disarpus agar rutin update koleksi buku sesuai kebutuhan zaman buku digital, buku UMKM, buku pertanian, hingga buku tentang demokrasi desa jelang Pilkades ' bahkan buku sejarah kalau bisa buku LKS. Ucap Mariam 2026.
"Kalau Pilkades aja disiapin anggaran Milyaran, masa buat buku perpus pelit? Untuk masyarakat dan anak bangsa cerdas itu investasi jangka panjang," tolong Pak bupati, Tim TAPD, dan DPRD kab.Bekasi tolong sarana dan prasarana perpustakaan dan koleksi buku diperbanyak dan lengkap. Ujar Mariam
Catur




