Zonasi Jadi Tembok, Anak Wanasari Gagal Sekolah Negeri. Ibu-Ibu Menangis di Depan TU SMPN 8 Cibitung`
CIKARANG PUSAT, TRILOKANEWS – Kelurahan Wanasari, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi, dihuni sekitar 120.000 jiwa. Jumlah itu menjadikannya salah satu wilayah dengan kepadatan penduduk tertinggi di Kabupaten Bekasi. Ironisnya, jumlah SMP Negeri di Wanasari tidak sebanding dengan jumlah penduduknya.
Kondisi ini memaksa wali murid mendaftarkan anaknya ke SMP Negeri di luar kelurahan, seperti SMPN 8 Cibitung yang berlokasi di Desa Wanajaya. Akibatnya, banyak siswa ditolak sistem PPDB karena tidak memenuhi kriteria jarak zonasi.
Peristiwa memilukan terjadi pada Rabu, 2 Juli 2026, sekitar pukul 12.00 WIB. Seorang ibu paruh baya datang ke SMPN 8 Cibitung sambil menangis histeris. Anaknya gagal masuk SMP Negeri di Wanasari dan kembali ditolak di SMPN 8 karena jarak rumah ke sekolah mencapai 6 kilometer serta berbeda desa.
“Sudah ke sekolah Wanasari gagal. Di sini juga tidak bisa karena zonasi jaraknya jauh. Mau ke swasta tidak mampu bayar. Apakah anak saya harus berhenti sekolah karena keterbatasan sekolah negeri?” ucap ibu tersebut dengan linangan air mata sambil memohon kepada operator sekolah.
Operator SMPN 8 merespons dengan baik dan menjelaskan sesuai SOP PPDB: “Ibu, jarak rumah ke sekolah ini 6 kilo dan berbeda desa. Di sistem kami tidak bisa memasukkan, karena otomatis ditolak karena jarak,” ujarnya.
Forum Wartawan Jaya Indonesia (FWJI) Kabupaten Bekasi Mariam menilai kondisi ini sebagai bukti nyata urgensi Sekokah Negri SMP FWJI kepada Plt Bupati Asep Surya: Pemerataan akses pendidikan dan ketersediaan sarana prasarana pendidikan yang representatif.
“120 ribu jiwa itu setara satu kecamatan kecil. Masa hanya mengandalkan 1-2 SMP Negeri? Zonasi dibuat untuk keadilan, tapi ketika sekolahnya tidak ada, zonasi justru menjadi tembok yang menghalangi anak putus sekolah,” tegas FWJI.
FWJI mendesak Plt Bupati Bekasi Asep Surya, DPRD Kabupaten Bekasi, dan Dinas Pendidikan segera merespons dengan merencanakan pembangunan SMP Negeri baru di Kelurahan Wanasari. Jangan sampai ada lagi tangis orang tua di depan TU sekolah karena anaknya tidak mendapat bangku sekolah negeri.
“‘Bebenah Bekasi’ harus dimulai dari memastikan setiap anak punya akses sekolah negeri yang layak dan dekat dengan rumahnya,” pungkas FWJI.
Catur




