masukkan script iklan disini
trilokanews.com - Kabupaten Bekasi – Di tengah gencarnya program pembangunan dan bantuan sosial yang digulirkan Pemerintah Kabupaten Bekasi, masih ditemukan potret kemiskinan yang memprihatinkan. Dua warga lanjut usia di Desa Sarimukti, Kecamatan Cibitung, hingga kini bertahan hidup di rumah tanpa memiliki fasilitas sanitasi yang layak.
Temuan tersebut diungkap Forum Wartawan Jaya Indonesia (FWJI) Korwil Kabupaten Bekasi saat melakukan peninjauan langsung ke Kampung Wates Desa Sarimukti Kecamatan Cibitung Kabupaten Bekasi pada Jumat (10/7/2026).
Ketua FWJI Korwil Kabupaten Bekasi, Mariam, bersama jajaran mendatangi dua lokasi berbeda setelah menerima laporan dari masyarakat mengenai kondisi warga yang dinilai sangat membutuhkan perhatian pemerintah.
Lokasi pertama berada di Kampung Wates RT 001 RW 013, tempat pasangan Pungut (Bewok), 80 tahun, dan Mida, 50 tahun, tinggal bersama dua anaknya yang hingga kini belum memiliki pekerjaan tetap.
Rumah yang mereka tempati tampak lapuk dimakan usia. Atap, dinding, dan bagian bangunan lainnya sudah mengalami kerusakan. Saat hujan turun atau angin bertiup kencang, keluarga tersebut hidup dalam kekhawatiran rumah yang mereka tempati sewaktu-waktu dapat roboh.
Lebih memprihatinkan lagi, keluarga ini belum memiliki kamar mandi maupun WC. Untuk mandi dan buang air besar, mereka masih memanfaatkan aliran kali di sekitar permukiman dan air bersih meminta kepada tetangga.
Kepada awak media, Pungut mengaku hanya mengandalkan pekerjaan serabutan untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya.
"Saya kerja serabutan, kadang ada pekerjaan, kadang tidak ada. Dulu kami punya tujuh ekor kambing, tapi semuanya dicuri dari kandang," ujarnya.
Dengan suara lirih, pria berusia 80 tahun itu berharap pemerintah hadir memberikan bantuan.
"Saya memohon kepada Pemerintah Kabupaten Bekasi agar membantu membangunkan rumah kami. Rumah ini sudah lapuk dimakan usia. Kalau hujan atau angin kencang kami selalu khawatir," katanya.
Usai meninjau lokasi pertama, Mariam bersama jajaran FWJI bergerak menuju Kampung Wates RT 002 RW 009 untuk menemui Ibu Bona (70).
Pemandangan yang terlihat tak kalah menyayat hati. Ibu Bona hidup seorang diri di rumah sederhana yang kondisinya nyaris sama dengan milik Pungut. Perempuan lanjut usia itu mengalami kelumpuhan sehingga hanya mampu beraktivitas dengan cara ngesot di dalam maupun di sekitar rumahnya.
Tetangga korban, Nita, mengatakan Ibu Bona kini hidup sendiri sejak suaminya meninggal dunia.
"Ibu Bona sekarang tinggal sendiri. Dulu tinggal bersama suaminya, tetapi suaminya sudah meninggal dunia," ujar Nita.
Menurutnya, aktivitas Ibu Bona sangat terbatas.
"Sehari-harinya beliau hanya di rumah. Kadang ngesot sampai keluar rumah," tuturnya.
Melihat kondisi tersebut, Ketua FWJI Korwil Kabupaten Bekasi, Mariam, mendesak Pemerintah Kabupaten Bekasi, Pemerintah Desa Sarimukti, Dinas Sosial, BAZNAS, serta instansi terkait untuk segera turun ke lapangan melakukan pendataan dan penanganan.
Menurutnya, kondisi dua warga tersebut tidak bisa dibiarkan berlarut-larut karena menyangkut hak dasar masyarakat untuk memperoleh tempat tinggal yang layak, sanitasi yang memadai, serta perlindungan sosial.
FWJI menilai penanganan terhadap warga miskin ekstrem harus dilakukan secara cepat, tepat, dan menyeluruh agar tidak ada lagi masyarakat yang hidup dalam kondisi memprihatinkan tanpa mendapatkan perhatian.
Potret kehidupan Pungut dan Ibu Bona menjadi pengingat bahwa masih ada pekerjaan rumah besar yang harus diselesaikan. Di balik pembangunan yang terus berjalan, masih terdapat warga yang berharap uluran tangan pemerintah agar dapat menjalani hidup dengan lebih layak dan bermartabat.
Reporter Catur Sujatmiko




