KABUPATEN BEKASI, http://TRILOKANEWS.COM – Hari penutupan pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) Online tingkat SMP di Kabupaten Bekasi, Rabu 02/07/2026, SMPN 5 Cibitung Desa Wanajaya, Kecamatan Cibitung, masih dipadati warga. Sejak pukul 08.00 WIB, puluhan ibu-ibu berbondong-bondong datang ke sekolah untuk mendaftar dan menanyakan kegagalan sistem PPDB.
Sistem PPDB Online yang setiap tahun dikeluhkan warga kembali jadi sorotan. Banyak orang tua yang belum paham penggunaan HP/aplikasi dan aturan zonasi merasa dipersulit. Akibatnya, sejumlah calon siswa yang berdomisili dekat sekolah justru tidak tertampung.
Humas SMPN 5 Cibitung, Dayat, menjelaskan pihaknya sudah menjalankan juknis dari Dinas Pendidikan, yakni 6 rombel dengan jumlah 40 siswa per rombel.
"Karena masih banyak orang tua siswa yang mendaftar dan gagal dalam pendaftaran, akhirnya orang tua mengadu ke pihak desa agar anaknya bisa bersekolah di SMP Wanajaya. Pihak desa bergerak mengusulkan penambahan rombel ke Dinas Pendidikan karena peduli warganya. Kami pihak sekolah tidak mengusulkan, tapi pihak desa yang berinisiatif membantu," ujar Dayat saat dikonfirmasi, Rabu sore.
Mereka mengajukan permohonan penambahan 1 rombongan belajar (rombel) atau setara 40 siswa ke Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi.
Humas SMPN 5 Cibitung menyebut belum ada jawaban resmi dari Dinas Pendidikan terkait pengajuan tersebut.
"Belum ada info ACC atau tidak. Ini Pak Lurah lagi sampaikan ke Kabid Yudi di Dinas Pendidikan," jelas Dayat, Rabu 02/07/2026.
Saat Triloka News mengonfirmasi Kepala Desa Wanajaya, Barok mengatakan " terkait usulan penambahan 1 rombel 40 siswa ke Dinas Pendidikan, Kades Barok memberikan jawaban.
"Sebenarnya saya ngurus warga yang masuk sekolah itu dari saya jadi Kadus tahun 2013 sampai sekarang saya urus warga. Cuma karena sekarang mau Pilkades jadi saya dianggap pencitraan. Padahal setiap tahun juga diurus warga kita agar bisa bersekolah smp kita wanajaya . Terkait katanya pencitraan itu mah urusan dia. Yang penting kita bantu warga, kalau bukan kita siapa yang bantu. Masyarakat butuh kepastian untuk membantu anak-anak kita supaya bisa sekolah di negeri," tegas Kades Barok.
Catur




