masukkan script iklan disini
trilokanews.com - Setu, Kabupaten Bekasi - Momentum kampanye terbuka Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Ciledug 2026-2034 dimanfaatkan Calon Kepala Desa (Cakades) Ciledug nomor urut 2, Novika Susilowati, dengan menyambangi langsung rumah warga dari kalangan anak yatim, piatu hingga kaum dhuafa.
Tak sekadar menyapa warga, Novika mendatangi satu per satu rumah penerima santunan yang tersebar mulai dari Dusun 1 hingga Dusun 3 Desa Ciledug, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi.
Di tengah kontestasi politik desa yang semakin menghangat, Novika memilih mendekat kepada kelompok masyarakat yang dinilainya membutuhkan perhatian dan kepedulian. Ia juga secara terbuka meminta doa agar diberi kesempatan memimpin Desa Ciledug untuk periode 2026-2034.
“Santunan ini terdiri dari anak-anak yatim dan piatu serta dhuafa. Tujuannya untuk meminta keberkahan dan doa dari mereka agar tercapai maksud saya, yakni terpilih menjadi Kepala Desa Ciledug,” ujar Novika saat memberikan santunan.
Menurutnya, doa dari anak yatim, piatu, kaum dhuafa, tokoh agama, dan tokoh masyarakat menjadi bagian penting dalam ikhtiar yang dilakukannya menghadapi Pilkades.
“Saya minta doanya agar tercapai maksud saya, bisa memimpin dan menjadi Kepala Desa Ciledug,” katanya.
Novika juga berharap para tokoh ulama dan tokoh masyarakat Ciledug turut memberikan doa dan dukungan agar dirinya mampu memperoleh suara terbanyak dalam pesta demokrasi desa tersebut.
Namun, bagi Novika, kontestasi Pilkades tidak berhenti pada persoalan memenangkan suara. Ia mulai menawarkan sejumlah gagasan yang menurutnya akan menjadi prioritas apabila dipercaya masyarakat memimpin Desa Ciledug.
Salah satunya melalui digitalisasi pelayanan desa, sehingga masyarakat mendapatkan pelayanan yang lebih cepat, mudah dan transparan.
Di sektor ekonomi, Novika berkomitmen mendorong pemberdayaan perempuan, khususnya dalam pengembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).
Sementara bagi kalangan pemuda, ia menawarkan program pembukaan akses lapangan pekerjaan melalui kerja sama dengan Lembaga Penyalur Kerja (LPK) tanpa membebani pencari kerja dengan pungutan biaya.
“Insya Allah, jika terpilih menjadi Kepala Desa, tentu saya akan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Ciledug, seperti pelayanan digitalisasi, pemberdayaan perempuan dalam meningkatkan UMKM, serta membuka lapangan pekerjaan bagi pemuda Desa Ciledug dengan bekerja sama dengan LPK tanpa uang,” tuturnya.
Novika optimistis gagasan perubahan tersebut dapat menarik dukungan masyarakat. Ia menyebut keinginan melakukan pembenahan pelayanan publik, pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan menjadi alasan dirinya maju dalam kontestasi Pilkades Ciledug.
Ia pun mengajak masyarakat Ciledug menjadikan Pilkades sebagai momentum untuk menentukan arah pembangunan desa ke depan.
“Mohon doa dan dukungan masyarakat Desa Ciledug. Jika nanti masyarakat telah mempercayai saya untuk menjabat sebagai Kepala Desa, tentu kepercayaan itu akan saya emban dan saya jalankan sebaik mungkin,” imbuhnya.
Dengan nomor urut 2, Novika kini harus meyakinkan pemilih bahwa gagasan yang ditawarkan bukan sekadar janji kampanye, melainkan mampu diterjemahkan menjadi program nyata jika kelak mendapat mandat memimpin Desa Ciledug.
Reporter Ipoel




