-->
  • Jelajahi

    Copyright © trilokanews
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan Atas 2

     


    Iklan Atas 1

     



    FPSTI Jabar Kukuhkan 6 Pengurus Kabupaten-Kota Masa Bakti 2025-2030 di Bogor

    trilokanews
    Rabu, September 30, 2026, 07.25 WIB Last Updated 2026-09-30T01:04:28Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

    trilokanews.com - Bogor - Federasi Pencak Silat Tradisional Indonesia (FPSTI) Jawa Barat mempertegas langkah konsolidasi organisasi. Enam pengurus FPSTI tingkat kabupaten dan kota untuk masa bakti 2025–2030 resmi dikukuhkan di Hotel Grand Cempaka, Cisarua, Kabupaten Bogor, Minggu (27/9/2026).

    Pengukuhan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat struktur organisasi sekaligus memperluas gerak pembinaan, pelestarian, dan pengembangan pencak silat tradisional di Jawa Barat.

    Prosesi pengukuhan dipimpin langsung Ketua Umum FPSTI Jawa Barat, H. Arma, serta dihadiri Presiden FPSTI, Rahmatsyah, bersama jajaran pengurus FPSTI Jawa Barat.

    Enam daerah yang menerima Surat Keputusan (SK) kepengurusan masa bakti 2025–2030 tersebut masing-masing Kabupaten Karawang, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Bandung, Kota Bekasi, Kota Depok, dan Kota Subang.

    Bagi FPSTI Jawa Barat, bertambahnya kepengurusan di tingkat daerah bukan sekadar persoalan struktur administratif. Keberadaan pengurus di daerah diharapkan menjadi motor untuk memastikan pencak silat tradisional tetap hidup, berkembang, dan memiliki ruang pembinaan yang berkelanjutan.

    Ketua Umum FPSTI Jawa Barat, H. Arma, menegaskan bahwa pengukuhan enam pengurus tersebut menjadi momentum untuk memperkuat organisasi sekaligus membangun sinergi antarpengurus.

    “Dengan pengukuhan ini, struktur FPSTI Jawa Barat semakin kuat untuk pembinaan, pelestarian dan pengembangan pencak silat tradisional di Jawa Barat,” tegas H. Arma.

    Menurutnya, kekuatan organisasi tidak hanya ditentukan oleh kelengkapan struktur, tetapi juga oleh kemampuan seluruh jajaran untuk bergerak bersama dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

    Karena itu, pengurus yang baru dikukuhkan diharapkan mampu membangun komunikasi dan kolaborasi dengan berbagai elemen, baik pemerintah, komunitas, pelaku seni budaya, maupun masyarakat.

    Langkah tersebut dinilai penting mengingat pencak silat tradisional tidak hanya berkaitan dengan olahraga dan bela diri, tetapi juga menjadi bagian dari kekayaan budaya yang memiliki nilai sejarah serta kearifan lokal.

    H. Arma juga berharap FPSTI semakin hadir dan memberikan manfaat di tengah masyarakat dengan tetap memegang semangat organisasi.

    “FPSTI SIAP BERSINERGI DAN TETAP SELALU JAYA,” menjadi slogan yang ditegaskan dalam momentum pengukuhan tersebut.

    Dengan dikukuhkannya enam pengurus kabupaten dan kota, FPSTI Jawa Barat kini memiliki tambahan kekuatan untuk memperluas pembinaan di daerah. Tantangan berikutnya adalah memastikan mandat organisasi tersebut diterjemahkan menjadi program nyata, khususnya dalam menjaga eksistensi dan regenerasi pencak silat tradisional.

    Reporter Riesna 

    Auditor Catur Sujatmiko 

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini