masukkan script iklan disini
trilokanews.com - KOTA BEKASI - Pengurus RW 28, Kelurahan Kaliabang, Kecamatan Bekasi Utara, menunjukkan keterbukaan dalam mengelola dana bantuan sebesar Rp100 juta dari Pemerintah Kota Bekasi.
Dana yang sebelumnya diserahkan oleh Wali Kota Bekasi Tri Adhianto tersebut kini telah direalisasikan ke sejumlah program yang menjadi prioritas warga. Pengurus RW menyebut seluruh penggunaan anggaran telah melalui pembahasan bersama masyarakat dan dituangkan dalam laporan pertanggungjawaban.
Ketua RW 28, Setyo Purnomo, mengatakan dana bantuan tersebut diarahkan untuk lima program yang dinilai memiliki manfaat langsung bagi kebutuhan masyarakat.
“Dana ini kami gunakan sesuai usulan dan kebutuhan warga. Semua sudah dirapatkan dan kami buat laporan pertanggungjawabannya,” ujar Setyo, saat ditemui di Kantor RW 28, Senin (31/8/2026).
Adapun lima program yang direalisasikan meliputi pembuatan empat lokal tenda dan panggung untuk masing-masing RT, pemasangan CCTV di 23 titik, pengadaan satu unit sepeda listrik untuk kader Posyandu Tulip, pengadaan lima unit alat pemadam api ringan (APAR), serta satu unit fogging.
Pemasangan CCTV menjadi salah satu program yang paling mendapat perhatian. Sebanyak 23 titik di wilayah RW 28 kini telah dilengkapi kamera pemantau yang ditujukan untuk memperkuat sistem keamanan lingkungan, terutama pada malam hari.
Menurut pengurus RW, keberadaan CCTV di sejumlah titik strategis diharapkan tidak hanya membantu mencegah potensi gangguan keamanan, tetapi juga memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat.
Sekretaris RW 28, Dodi Sudharma, menegaskan pengurus berkomitmen menjaga transparansi dalam penggunaan dana bantuan tersebut.
“Kami transparan dalam penggunaan dana ini. Semua sudah dirapatkan dengan warga dan dibuat laporan pertanggungjawabannya. Terima kasih kepada Bapak Wali Kota Bekasi atas perhatiannya,” kata Dodi.
Selain aspek keamanan, dana bantuan juga diarahkan untuk mendukung kegiatan sosial dan pelayanan kesehatan masyarakat.
Satu unit sepeda listrik diberikan untuk menunjang mobilitas kader Posyandu Tulip RW 28, sementara lima unit APAR disiapkan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi kebakaran di lingkungan permukiman.
Adapun satu unit fogging disiapkan untuk mendukung kegiatan pengendalian lingkungan, khususnya ketika masyarakat membutuhkan penanganan terhadap potensi penyebaran penyakit yang berkaitan dengan nyamuk.
Warga Apresiasi, 23 Titik CCTV Dinilai Beri Rasa Aman
Program tersebut mendapat respons positif dari warga. Bambang, salah seorang warga RW 28, mengaku senang melihat realisasi bantuan tersebut, khususnya pemasangan CCTV di berbagai titik lingkungan.
“Kami senang karena sekarang wilayah kami sudah terpasang CCTV di 23 titik. Semoga wilayah kami semakin aman dan nyaman,” ujar Bambang.
Realisasi tersebut sekaligus menunjukkan bahwa bantuan pemerintah dapat diarahkan pada kebutuhan yang bersentuhan langsung dengan kepentingan masyarakat apabila dikelola secara terbuka dan berdasarkan hasil musyawarah warga.
Bagi warga RW 28, keberadaan CCTV, sarana penanggulangan kebakaran, fasilitas pendukung Posyandu, hingga peralatan fogging bukan sekadar fasilitas tambahan. Program itu diharapkan menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan yang lebih aman, sehat, dan tanggap terhadap kebutuhan masyarakat.
Di tengah tuntutan transparansi dalam pengelolaan anggaran publik, langkah pengurus RW 28 yang menyampaikan rincian penggunaan dana bantuan menjadi perhatian tersendiri. Keterbukaan tersebut diharapkan dapat menjadi praktik positif dalam memastikan setiap rupiah bantuan pemerintah benar-benar kembali dalam bentuk manfaat yang dirasakan masyarakat.
Reporter Agung Ragil




