-->
  • Jelajahi

    Copyright © trilokanews
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan Atas 2

     


    Iklan Atas 1

     


    Ketua FWJI Bingung, Pasien Cuci Darah Juga Bingung, RSUD Cibitung Bingung Kemana Cari RS yang Terima Hemodialisa

    trilokanews
    Sabtu, Maret 07, 2026, 13.41 WIB Last Updated 2026-03-07T06:41:13Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini



    trilokanews.com - Kabupaten Bekasi - Layanan cuci darah atau hemodialisa di RSUD Cibitung, Kabupaten Bekasi, dikeluhkan oleh pasien dan keluarga pasien. Keterbatasan alat membuat banyak pasien yang membutuhkan layanan tersebut kesulitan mendapatkan penanganan.
    Keluhan ini disampaikan kepada Forum Wartawan Jaya Indonesia (FWJI) Korwil Kabupaten Bekasi setelah beberapa warga meminta bantuan agar proses administrasi dapat dipermudah.

    Ketua FWJI Korwil Kabupaten Bekasi, Mariam, mengaku menerima pengaduan dari seorang warga bernama Dewi yang datang meminta bantuan terkait kondisi orang tuanya yang harus menjalani cuci darah secara rutin.

    “Baru-baru ini ada warga bernama Dewi datang kepada kami untuk mengadukan kondisi orang tuanya yang baru keluar dari RSUD. Ia mengatakan bahwa orang tuanya harus menjalani cuci darah dua kali dalam seminggu,” ujar Mariam kepada awak media.

    Menurut Dewi, saat menanyakan apakah proses cuci darah dapat dilakukan di RSUD Cibitung, pihak rumah sakit menyampaikan bahwa layanan tersebut sedang penuh.
    “Saya bertanya apakah bisa cuci darah di sini, tapi pegawai rumah sakit mengatakan bahwa alatnya hanya ada 10 unit dan semuanya penuh. Sementara satu pasien bisa memakan waktu hingga lima jam,” ujar Dewi menirukan penjelasan petugas rumah sakit.

    Karena keterbatasan tersebut, Dewi mencoba meminta rujukan melalui puskesmas. Namun, ia mengaku diarahkan untuk mendapatkan rujukan ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo di Jakarta.
    Hal itu membuat Dewi merasa kesulitan karena jarak yang jauh serta kondisi ekonomi keluarga.

    “Kalau harus dirujuk ke RSCM sangat jauh. Kondisi orang tua saya sudah lanjut usia, sementara saya juga sudah 55 tahun dan seorang janda. Biaya transportasi juga tidak ada,” tuturnya sambil menahan tangis.

    Dewi berharap pemerintah dapat memperhatikan kondisi tersebut, terutama dengan menambah fasilitas alat cuci darah di RSUD Cibitung agar pasien tidak perlu mencari rumah sakit lain.

    Menanggapi hal itu, Ketua FWJI Kabupaten Bekasi Mariam menyayangkan keterbatasan fasilitas di rumah sakit daerah yang berstatus tipe B tersebut.

    Menurutnya, dengan jumlah penduduk Kabupaten Bekasi yang sangat besar, fasilitas yang ada saat ini dinilai tidak memadai untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

    “Jumlah penduduk Kabupaten Bekasi sangat padat. Data per 30 Juni 2025 mencapai sekitar 3.434.768 jiwa. Tidak mungkin kebutuhan layanan cuci darah bisa tercover hanya dengan 10 alat di RSUD Cibitung,” tegasnya.

    Mariam meminta pemerintah daerah maupun pemerintah pusat segera mengambil langkah untuk menambah fasilitas alat hemodialisa di RSUD Cibitung.
    “Cuci darah ini bukan seperti sakit biasa yang bisa ditunda. Jika tidak dilakukan sesuai jadwal, kondisi pasien bisa memburuk bahkan mengancam nyawa,” katanya.

    Sementara itu, Wakil Direktur Umum RSUD Cibitung saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp oleh Ketua FWJI Korwil Kabupaten Bekasi juga membenarkan bahwa fasilitas hemodialisa di rumah sakit RSUD Cibitung saat ini hanya tersedia 10 unit alat.(Catur Sujatmiko)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini